KABUPATEN - Masyarakat Kota dan Kabupaten Mojokerto diminta waspada atas anomali cuaca hujan di tengah-tengah musim kemarau selama tiga hari ke depan. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan mengguyur bumi majapahit.
Tidak hanya hujan, perubahan cuaca juga disertai dengan angin kencang yang dapat merobohkan sejumlah pohon dan bangunan. Terbukti, beberapa pohon dilaporkan tumbang di beberapa titik saat hujan deras dan angin kencang melanda, Rabu (20/8).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, potensi datangnya hujan bisa terjadi secara tiba-tiba. Khususnya di kawasan Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga Mojokerto yang saat ini berada pada musim kemarau.
Adanya gangguan atmosfer dapat memicu pertumbuhan awan hujan lebih intens. ’’Berdasarkan update data dari BMKG, memang masih ada potensi perubahan cuaca ekstrem sampai tanggal 25 Agustus. Kami mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada,’’ tandasnya.
Tidak sekadar waspada, Khakim juga meminta warga untuk menghindari bangunan tinggi saat terjadi situasi hujan deras dan angin kencang. Ia juga meminta pengendara untuk tidak berteduh di bawah pohon pinggir jalan. Sebab, pepohonan tersebut banyak yang mengalami pelapukan sehingga rawan tumbang secara tiba-tiba. ’’Kalau bisa tidak berteduh di bawah pohon. Dari beberapa kasus kendaraan yang tertimpa pohon, sebagian besar terjadi di pinggi jalan raya,’’ tandasnya.
Sebelumnya, angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/8) sore. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang. Yakni di kantor UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar dan di Jalan Raya Gajah Mada, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari. Akibat peristiwa ini, satu mobil mengalami kerusakan cukup serius akibat tertimpa batang pohon mangga di halaman BLK.
Arus lalu lintas juga sempat tersendat setelah pohon kesono di Jalan Protokol Mojosari tumbang hingga menutup sebagian badan jalan nasional. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi