Antisipasi Maraknya Laka Lantas Pelajar
KABUPATEN - Belakangan ini beberapa kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Mojokerto melibatkan pelajar. Dalam kurun sepekan terakhir, tiga dari empat siswa SMK meninggal di jalan. Agar tidak terulang, pihak sekolah meminta siswa untuk tidak membawa motor ke sekolah.
Kepala SMK Raden Rahmat Mojosari Nanang Bahrurrozi membenarkan jika keempat siswa yang terlibat kecelakaan adalah anak didiknya. Pihaknya menilai insiden tersebut terjadi diluar kendali pihak sekolah. ’’Terkait kejadian kecelakaan tersebut, ini di luar batas kemampuan kami,’’ ujarnya, kemarin.
Terlebih, pihak sekolah sudah berulangkali mengimbau agar siswa tidak berangkat sekolah naik motor. Kegiatan sosialisasi keselamatan lalu lintas dengan menggandeng pihak kepolisian juga rutin digelar di SMK Raden Rahmat Mojosari. Hal ini juga berulangkali ditekankan pihak sekolah saat rapat wali murid.
Sebagai opsinya, siswa bisa naik angkutan umum maupun diantar orang tua yang dinilai lebih aman ketimbang bermotor. ’’Harapan kami, wali murid bisa mengantar anaknya ke sekolah. Ini sudah kami sampaikan saat rapat dengan wali murid,’’ ungkap Nanang.
Tak sampai di situ, pihak sekolah kembali menggelar sosialisasi keselamatan berkendara bersama kepolisian di sekolah, Kamis (21/8). Nanang menyebut, hal itu sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kembali terjadinya kecelakaan yang melibatkan anak didiknya. ’’Kita terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Mojokerto supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi,’’ tandasnya.
Diketahui, MAP, 16, pelajar asal Prambon, Sidoarjo tewas akibat terlindas truk wing boks nopol L 8622 UF di Jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Rabu (20/8) pagi. Ketika itu, ia berboncengan dengan tetangganya, AEA, mengendarai motor Honda PCX nopol S 4369 NAD untuk berangkat sekolah ke SMK Raden Rahmat Mojosari.
Kecelakaan terjadi setelah keduanya terjatuh akibat motor mereka banting setir menghindari mobil Kijang Innova nopol L 1497 ABV yang parkir di kiri jalan. MAP tewas seketika sementara AEA hingga kini dirawat di rumah sakit karena alami luka berat.
Pada 12 Agustus lalu, peristiwa serupa dialami ZD, 16, siswa kelas XI asal Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar dan BM, 16. Motor Honda Beat nopol S 5839 RV yang dikendarai keduanya di Jalan Raya Desa/Kecamatan Pungging tersambar truk ayam nopol S 8542 NJ. ZD tewas seketika sementara nyawa BM tak terselamatkan setelah dirawat di rumah sakit. Peristiwa ini terjadi tepat saat korban pulang sekolah. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi