SEGENAP pimpinan, hakim, panitera, sekretaris, hingga staf Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto menggelar upacara dan tasyakuran memperingati hari ulang tahun (HUT) Mahkamah Agung (MA) ke-80 tahun 2025 kemarin. Peringatan yang dikemas secara sederhana ini berjalan khidmat dan penuh makna bagi 69 pegawai.
Mengambil tema Pengadilan Bermartabat Negara Berdaulat, diharapkan PN Mojokerto bisa menjadi pelopor lembaga yudikatif yang menjaga independensi, menegakkan integritas, dan memberikan keadilan secara adil dan setara kepada siapa pun. Dalam peringatan 8 dekade MA itu, Ketua PN Mojokerto, Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja, SH., MH. bertindak sebagai pembina upacara. Membacakan amanat Ketua MA, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., Ida Ayu menekankan empat pilar penting bagi insan peradilan dalam menjaga martabat lembaga yudikatif.
Mulai dari kemandirian, pelayanan hukum yang berkeadilan, kualitas kepemimpinan, serta kredibilitas dan transparansi. Empat pilar tersebut merupakan fondasi dari kedaulatan sebuah negara hukum. ’’Untuk itu, setiap insan peradilan senantiasa mengembangkan kompetensi, meningkatkan keahlian hukum, serta menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi,’’ terangnya.
Selain upacara, HUT MA ke-80 juga dirayakan dengan tasyakuran yang diikuti 69 pegawai PN Mojokerto. Diawali dengan melepas balon ke udara oleh 11 hakim sebagai simbol menggantungkan cita-cita setinggi langit. Yang dilanjut dengan pemotongan tumpeng serta makan bersama seluruh staf di internal PN Mojokerto. ’’Kami berharap Pengadilan Negeri Mojokerto bisa menjadi pelopor lembaga peradilan yang profesional dan berintegritas di Indonesia,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi