Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Proyek Penangkal Banjir di Kupang Mojokerto Telan Rp 2,4 Miliar

Khudori Aliandu • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15:20 WIB

DIKEBUT: Pekerja tengah menggarap pemasangan U-ditch pada proyek pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Jalan Raya Desa Kupang, Kecamatan Jetis, kemarin (8/8).
DIKEBUT: Pekerja tengah menggarap pemasangan U-ditch pada proyek pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Jalan Raya Desa Kupang, Kecamatan Jetis, kemarin (8/8).
 

 Langkah Pemkab Perbaiki Drainase di Kupang

 KABUPATEN - Proyek pembangunan buang air kotor sistem drainase perkotaan di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, mulai digeber. Tren pengerjaan paket sebagai salah satu langkah penanganan banjir ini bahkan menunjukkan on progress dan melebihi target. Sejumlah alat berat sudah diturunkan untuk pemasangan U-ditch. Sehingga arus lalu lintas yang menjadi jalur Dawarblandong menuju Kota Mojokerto pun sedikit tersendat. Pengendara yang melintas juga diimbau lebih hati-hati lantaran banyak material di badan jalan.

 Kabid Pusat Layanan Pengadaan Publik (PLPP) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yayan Ernes mengatakan, pengerjaan sistem drainase di Desa Kupang sejauh ini terus berproses. Paket senilai Rp 2,4 miliar yang dikerjakan PT Putra Mahardika Raya tersebut sudah dimulai sejak 28 Mei lalu. ”Progres pekerjaan drainase di ruas Jalan Kupang cukup bagus, trennya positif,” ungkapnya, kemarin (8/8).

 Saat ini, pengerjaan yang memasuki pekan ke sepuluh sejak teken kontrak tersebut telah menunjukkan perkembangan positif dan bahkan melebihi target. Di mana, sesuai data pengawasan pengerjaan diketahui sudah menembus 32,67 persen dari target rencana yang hanya 1,06 persen. Artinya, deviasi pengerjaan plus 31,64 persen. ”Melihat pengerjaan fisik di lapangan yang cukup bagus, kita optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari timeline kontrak,” tegas Yayan. 

Dia menegaskan, pembangunan drainase ini bertujuan tak lain untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan atau banjir. Menyusul, setiap musim hujan derasnya air bah kiriman dari hutan Watu Blorok kerap meluap ke ruas Jalan Raya Kupang yang menjadi jalur poros warga menuju kota. Bahkan, derasnya air membuat ruas jalan tak bisa dilalui kendaraan akibat tingginya debit air. ’’Setidaknya dengan perbaikan drainase ini bisa meminimalisir luapan air bah ke ruas jalan. Di sisi lain, sebagai upaya pemkab dalam melakukan penataan kawasan permukiman lebih baik dan lebih sehat,’’ jelasnya.

 Menurutnya, anggaran tersebut ditargetkan mampu menuntaskan paket proyek dengan volume pekerjaan sepanjang 871 meter pada sisi kanan dan kiri jalan. Dengan batas akhir pengerjaan hingga 23 November. ’’Setelah pemasangan U-ditch, selanjutnya masuk tahap pengecoran dan pasangan batu sebagai akses ke rumah warga dan gang lingkungan,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#proyek drainase #desa kupang #penangkal banjir #jetis mojokerto