KABUPATEN – Pelaksanaan proyek rehabilitasi jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, menelan anggaran Rp 13,5 miliar terus digeber, bahkan on progress. Pemkab Mojokerto otimistis pengerjaannya tuntas lebih cepat dari timeline kontrak.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, seluruh paket proyek, baik perbaikan jalan maupun jembatan sama-sama terus dikerjakan. Termasuk proyek rehabilitasi jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Rp 13,5 miliar juga terus bergulir. Bahkan, pengerjaannya on progress.
’’Pengerjaan paket proyek jembataan Talunbrak terus berlangsung sesuai tahapan. Memasuki minggu ke 23, progress sudah mencapai 79,6 persen,’’ ungkapnya. Pengerjaan fisik oleh CV Sekar Arum sejak 26 Februari 2025 sudah melebihi dari yang ditargetkan sebesar 45,2 persen.
Sehingga terdapat deviasi sebesar 34,4 persen. Dinas PUPR menilai pengerjaan proyek yang bersumber dari dana hibah rehabilitasi konstruksi BNPB tersebut tidak menemukan kendala berarti. Bahkan, diprediksi tuntas lebih awal dari batas akhir kontrak pada 23 Oktober. ’’Realisasi pekerjaannya tergolong bagus. Jadi, jika melihat progresnya, insya Allah proyek bisa selesai lebih cepat dari timeline kontrak,’’ tegas Rinaldi.
Menurutnya, saat ini pekerja di lapangan masuk tahap pemasangan erection rangka baja. Pengawasan melekat turut dilakukan di lapangan. Selain memastikan pengerjaan tepat waktu, juga dipastikan tepat mutu dan tepat biaya.
Hal itu sejalan dengan prinsip 5T (tepat waktu, tepat mutu, tepat volume, tepat sasaran dan tertib administrasi). ’’Prinsipnya selesai lebih cepat lebih bagu agar asas manfaatnya juga segera dirasakan masyarakat. Karena memang harapannya ke depan mampu memperlancar dan mendongkrak perekonomian warga. Termasuk memudahkan akses kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan,’’ bebernya.
Pada proyek kali ini, konstruksi jembatan dilebarkan menjadi 6 meter dari sebelumnya hanya 2 meter, dengan panjang bentang jembatan 60 meter. Jembatan baru ini konstruksinya menggunakan tiang pancang sedalam 22 meter. Dilindungi sheet pile sepanjang 15 meter untuk menjaga fondasi dari gerusan air sungai. ’’Otomatis bisa dilalui kendaraan roda empat,’’ tandasnya.
Rinaldi menegaskan, penguatan infrastruktur dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur era kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa dan Wabup M. Rizal Oktavian belakangan memang terus digeber. Bahkan, tiga di antara paket pengerjaan betonisasi jalan raya kini sudah tuntas, mulus, dan lebar sebelum timeline.
Meliputi, pelebaran jalan menuju standar ruas Ketapanrame, Kecamatan Trawas, menuju destinasi wisata alam Air Terjun Dlundung. Kemudian pelebaran jalan menuju standar ruas Banjaragung-Balongmojo dengan penuntasan 1,2 kilometer dengan panjang 5,5 meter. Selanjutnya ada Pelebaran jalan menuju standar ruas Bendung-Bantengan sepanjang 494 meter dan lebar 4-5,5 meter. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi