Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto Menggelar Silatnas Ke-12

Moch. Chariris • Selasa, 29 Juli 2025 | 15:25 WIB
Suasana Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-12 sekaligus Tabligh Akbar, Minggu (27/7) di Mojokerto.
Suasana Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-12 sekaligus Tabligh Akbar, Minggu (27/7) di Mojokerto.

Merawat Silaturahmi, Diapresiasi Wakil Meteri Agama RI

Pondok Pesantren (Ponpes) Islamic Center eLKISI menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-12 sekaligus Tabligh Akbar pada Minggu (27/7) di halaman Ponpes Islamic Center eLKISI, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Hadir dalam acara ini adalah Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr KH Romo R Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum, dan perwakilan Kedutaan Besar Mesir Osama Mahdy. Selain dihadiri  tokoh nasional dan daerah, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dr KH Fathur Rohman Kamal, M.Si, kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur dan kepala Kemenag Kabupaten bersama jajaran, Pengurus Dewan Dakwah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Pengasuh Ponpes YTP Kertosono KH Ali Manshur, Ketua PDM Mojokerto, ketua MUI Mojokerto, ketua MWC NU Pungging, serta unsur forkopimca Pungging juga tampak hadir.

Di depan 10.000 undangan, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Dr KH Romo R Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum, secara khusus memberikan apresiasi terhadap penampilan para santri eLKISI dalam hafalan hadis tematik, proses pendidikan pesantren yang kuat, serta peran aktif eLKISI dalam merawat persatuan umat. ”Kami menyambut gembira diundang dalam acara yang meriah ini,’’ katanya.

Menurutnya, jumlah pesantren di seluruh Indonesia kini telah mencapai 43 ribu lembaga.  Dengan jumlah santri seluruhnya lebih dari 10 juta. Karena itu, lanjut dia, santri harus menjadi pionir perjuangan umat. ”Karena dari pesantrenlah sejarah kemerdekaan bangsa ini dimulai. Bicara Islam tidak bisa dilepaskan dari pertahanan, teknologi, ekonomi, hingga pertanian,” tandasnya.

Rombongan pejabat kementerian dan dinas disambut hangat keluarga besar PPIC eLKISI.
Rombongan pejabat kementerian dan dinas disambut hangat keluarga besar PPIC eLKISI.

Terlebih, pesantren ini adalah ibu kandung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ”Daftar pejuang kemerdekaan RI mayoritas adalah dari pesantren,” imbuhnya. Ia menjelaskan, bahwa sejak proklamasi kemerdekaan RI, tokoh-tokoh dari pesantren ini memikirkan tentang kebangsaan Indonesia. ”Sehingga mereka menerima ketika sila pertama diubah dan syarat untuk menjadi presiden harus beragama Islam dicoret,” tegasnya.

Karena itu, Romo Syafii berharap, umat Islam tidak memisahkan antara keislaman dan kebangsaan. ”Bila kita berbicara kebangsaan, maka di situ juga berbicara tentang keislaman. Karena mayoritas bangsa ini adalah umat Islam,” paparnya.

Pengasuh Ponpes eLKISI Dr KH Fathurrohman, S.Ag, M.PdI, secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan jamaah. Menurutnya, santri Ponpes eLKISI tidak hanya berhasil masuk ke perguruan tinggi. Namun, juga mampu melanjutkan pendidikan di Al Azhar, Mesir. KH Fathur Rohman mengungkapkan, pihaknya berencana membuka peluang bagi santri untuk melanjutkan di lembaga pendidikan luar negeri lainnya. ”Selain itu, eLKISI sekarang ada 127 santri yang kini belajar di Al Azhar, Mesir. Pada tahun ini eLKISI mengajukan muadalah dengan Universitas Islam Madinah,” paparnya.

Dia menambahkan, Ponpes eLKISI tidak hanya berhasil melahirkan anak didik yang menutut ilmu, tetapi juga beramal bersama masyarakat dan saling bahu-membahu. Dengan slogan Pesantren Berbasis edukasi dan Sosial Keumatan, Ponpes eLKISI selama ini memiliki program sosial unggulan. Seperti bedah rumah yang hingga hari ini telah berhasil membangun 30 unit rumah. ’’Selain itu, ada pula program sosial rutinan. Seperti pembagian sembako yang dilaksanakan setiap bulan bekerja sama dengan bhabinkamtibmas, babinsa, serta kepala desa,’’ tukasnya.

Sementara itu, Wakil Kedubes Osama menegaskan, kehadirannya ini sebagai bentuk silaturahmi dan kerja sama pendidikan antara eLKISI dengan Al Azhar, Mesir. ”Saya tahu pendidikan di eLKISI tak hanya mendidik ilmu syari, namun juga pendidikan keilmuan umum,” ujar Osama.

Di sisi lain, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal menawarkan beasiswa bagi 150 ustadz dan santri yang ingin melanjutkan pendidikan di Libya. ”Tidak perlu dirapatkan, siapa saja santri dan asatidz yang siap untuk lanjut pendidikan ke Libia. Silakan datanya berikan ke saya saat ini,” katanya.

Dia menyampaikan rasa haru dan bangga atas semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini. ”Sungguh indah melihat semua elemen umat Islam, dari Kokam, Banser, hingga para kiai pesantren dan tokoh masyarakat bersatu mengawal acara ini. Inilah ruh ukhuwah yang perlu terus dilestarikan dalam kehidupan umat,” jelasnya.

Ia lantas menyampaikan nasihat kepada para santri untuk terus menjaga silaturahmi dengan ormas Islam lain. Sebab, karena itulah yang membuat umat Islam Indonesia kuat dan kokoh. ”Rawatlah silaturahmi dengan semua komponen bangsa dan ormas Islam. Dan di Silatnas ini tercermin dengan hadirnya komponen ormas Islam DDII, NU, Muhammadiyah, dan lainnya hadir,” pungkasnya. (bas/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#silaturahmi nasional #tabligh akbar #ponpes elkisi #Wakil Menteri Agama RI