KOTA - Keberadaan lampu hias di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto menuai keluhan. Tak lain karena sarana prasana penunjang landmark Kota Onde-Onde itu tak sedikit yang raib dan mudah rusak.
Besi penutup instalasi perkabelan tiang lampu ornamen Majapahitan raib di jalan Gajahmada Kota Mojokerto. Itu seperti terdapat di area trotoar depan Asrama Cikaran Korem 082/CPYJ Mojokerto. Penutup instalasi itu tampak lowong padahal pada tiang yang lain penutup tersebut terbuat dari besi. Yang mana, dilengkapi tuas pengunci.
Namun, penutup di sejumlah tiang lampu hias tersebut telah raib. Belum diketahui pasti sejak kapan sarana penunjang landmark kota itu menghilang. Atau, bahkan sampai dicuri orang. ’’Belum tahu kapan itu hilangnya. Tapi kondisinya ya seperti itu,’’ ujar Supri, warga Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari. Atas kondisi itu, maklum terdapat sejumlah lampu hias yang tak menyala ketika malam hari.
Sebelumnya, sejumlah lampu hias di trotoar tematik Kota Mojokerto itu juga terkesan kurang perawatan. Fasilitas penerangan jalan bergaya antik khas Majapahitan yang belum genap dua tahun dibangun itu kini banyak yang padam dan mengalami kerusakan.
Keberadaan lampu yang rusak itu antara lain di Jalan Gajah Mada dari simpang Jalan Sawunggaling sampai Gedongan gang X, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) di lokasi, setidaknya ada tiga titik yang bohlamnya copot, tempat lampu patah, bahkan lampu dan tempatnya musnah tak berbekas.
Rendi, karyawan toko mengaku tak mengetahui sejak kapan lampu hias di depan ruko tempatnya bekerja itu lenyap. Dari dua lengkung lampu yang terdapat pada tiang, salah satu yang ada di sisi di jalan raya telah hilang. ’’Saya malah baru tahu, sebelumnya tidak sadar kalau hilang,’’ ucapnya.
Berdasarkan citra satelit, lenyapnya ornamen lampu terjadi sejak Februari lalu. Bagian tempat lampu yang mengarah ke badan jalan itu sebelumnya patah sejak Mei 2024. Rendi curiga fasilitas umum ini rusak karena diterabas kendaraan besar. Apalagi lampu lainnya yang berada di kanan-kirinya kini juga mulai mengalami patah. Selain kerusakan fisik, tak sedikit lampu hias yang padam di trotoar tematik. Di antaranya terpantau di Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, dan Jalan Bhayangkara.
Pemasangan lampu hias bertema antik dengan corak Majapahitan itu merupakan bagian dari proyek rehabilitasi trotoar akhir 2023 silam. Proyek dibagi dalam beberapa paket. Meliputi, di Jalan Gajah Mada menelan anggaran Rp 3,3 miliar, Jalan Pahlawan (Rp 2,8 miliar), dan Jalan Bhayangkara (Rp 3,6 miliar).
Berbeda dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dikelola Dishub Kota Mojokerto, lampu hias di atas trotoar ini menjadi aset Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji tak menjawab konfirmasi yang dilayangkan JPRM. Kabid Bina Marga Firman Syah menyatakan akan menindaklanjuti laporan terkait rusaknya lampu. ’’Insya Allah akan kita TL (tindak lanjuti),’’ katanya singkat, kala itu. Meski begitu, hingga kini upaya perbaikan belum terlihat. (fan/fen)
Editor : Hendra Junaedi