Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terbengkalai, Lahan Pemkot Mojokerto Jadi Tempat Mesum Gay

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:55 WIB

 

DISALAHGUNAKAN: Kondisi kolam air hangat bekas sumur bor di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (8/7).
DISALAHGUNAKAN: Kondisi kolam air hangat bekas sumur bor di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (8/7).

Di Bekas Bor-boran Kedungsari, Berserakan Bungkus Gel Pelumas

 MAGERSARI - Tanah aset Pemkot Mojokerto yang terbengkalai di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, diduga masih menjadi tempat mesum sesama jenis. Keberadaan kolam air hangat bekas sumur bor itu belakangan kembali mencuat seiring maraknya grup gay di media sosial. Praktik tersebut kini tengah ditelusuri satpol PP.

Nama kolam air hangat Kedungsari atau yang disebut orang-orang dengan bor-boran kerap muncul di grup Facebook Gay Mojokerto. Grup dengan 10 ribu anggota itu menjadi tempat janjian dan mencari pasangan penyuka sesama jenis. Tak hanya Kabupaten dan Kota Mojokerto, tempat yang mereka sebut juga mencakup Jombang hingga Sidoarjo.

Selain tempat kos dan kolam air panas Pacet, beberapa akun sempat mengunggah lokasi bor-boran Kedungsari. Bahkan, sebuah akun anonim pada Mei lalu mengingatkan agar anggota grup tak meninggalkan jejak setelah berbuat asusila seperti bungkus dan karet kondom di tempat tersebut. ’’Karena bisa membuat kecurigaan n emosi warga,’’ tulis akun yang unggahannya kini telah hilang tersebut.

MENCURIGAKAN: Bekas bungkus gel pelumas di kolam air hangat bekas sumur bor Kedungsari, kemarin (8/7).
MENCURIGAKAN: Bekas bungkus gel pelumas di kolam air hangat bekas sumur bor Kedungsari, kemarin (8/7).

Kemarin (8/7), Jawa Pos Radar Mojokerto mendatangi bor-boran yang letaknya ada di lahan kosong tengah kampung itu. Sekitar kolam pancuran yang mengeluarkan air hangat dipenuhi sampah plastik. Di antara sampah yang kebanyakan bungkus sampo, sabun, dan deterjen, itu terdapat bekas kemasan gel pelumas (lubricant) merek Love GJC. Selain itu, terdapat pula dua celana dalam yang dibuang ke semak-semak.

Sulis, seorang warga sekitar mengatakan, belakangan muncul permintaan agar lokasi sumur bor ditutup. Permintaan itu kemungkinan datang dari penghuni perumahan tepat di sebelah timur sumur. ’’Mungkin risih atau bagaimana lihat ada yang mandi di situ,’’ ujarnya, kemarin.

Menurutnya sudah rahasia umum jika lahan aset pemkot tersebut menjadi tempat berkumpul kaum gay. Bahkan, dari bertahun-tahun lalu. Namun, dia tak pernah melihatnya sendiri. Ada kalanya, anak-anak muda yang hendak ke lokasi bertanya kepadanya di mana bor-boran. Mereka adalah para laki-laki. ’’Tapi kalau anak sini sendiri tidak ada, mereka dari luar,’’ ucap pemilik warung ini.

Rupanya, kabar kambuhnya praktik mesum di bor-boran seiring beredarnya grup gay di medsos sudah sampai telinga Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Abdul Rachman Tuwo. Dia menyatakan persoalan tersebut menjadi atensi dan timnya tengah melakukan penelusuran. ’’Sudah jadi atensi, teman-teman bergerak cari data,’’ tandasnya, kemarin. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#tempat mesum #gay #aset pemkot #asusila #Kota Mojokerto #grup facebook #lgbt #facebook #pelumas #Kedungsari