KABUPATEN - Satu lagi jemaah haji Kabupaten Mojokerto meninggal dunia di Tanah Suci. Sadi Saberi, 69, jemaah haji asal Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri menghembuskan nafas terakhir usai ambruk jelang kepulangannya ke Tanah Air, Rabu (25/6) pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Lansia yang tergabung di Kelompok Terbang (kloter) 49 embarkasi Surabaya (SUB) ini disinyalir mengalami serangan jantung 5 menit jelang boarding di Bandara King Abdul Azis Jeddah. Saat itu, kakek 69 tahun ini tiba-tiba pingsan di ruang tunggu bandara, pukul 17.30 WAS. Oleh petugas haji, almarhum lantas dibawa ke klinik bandara untuk ditangani.
Bahkan, almarhum juga sempat dibawa ke rumah sakit King Abdullah Jeddah lantaran kondisinya yang semakin memburuk. Namun setelah beberapa jam dirawat, almarhum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Bertepatan saat seluruh jemaah dari kloter 49 tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) petang kemarin.
’’ Pada saat berada di ruang tunggu bandara, tiba-tiba kehilangan kesadaran alias pingsan. Usai penyambutan jemaah di AHES, kami memperoleh informasi bahwa Haji Sadi dinyatakan meninggal dunia. Informasinya karena serangan jantung,’’ ungkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibbudin kemarin.
Dengan peristiwa tersebut, tercatat sudah ada 2 jemaah asal Mojokerto yang meninggal dunia di musim haji tahun 2025. Selain Sadi, Dasuki Sahful Jamrowi juga telah wafat usai lempar jumrah, tepatnya saat perjalanan pulang dari Jamarat ke Mina, 6 Juni lalu. Keduanya kini juga telah dimakamkan di Tanah Suci.
Saat ini, jumlah jemaah haji yang masih di Arab Saudi dan sedang menunggu kepulangan tersisa 25 orang. mereka terpisah di 3 kloter, yakni kloter 85 sebanyak 16 jemaah, kloter 87 ada 2 jemaah, dan kloter 97 sebanyak 7 jemaah. Mereka akan dijadwalkan pulang pada 7, 8 dan 11 Juli mendatang.
’’Petugas kesehatan haji di Makkah telah berkoordinasi dengan pihak petugas bandara untuk menyiapkan surat keterangan kematian (COD) untuk pengurusan pemakaman beliau. Masih ada beberapa jemaah yang bertahan di Arab Saudi untuk menunggu kepulangan ke Tanah Air,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi