Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dilapori Mampet, 11 Hari Kemudian Air Baru Mengalir

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 23 Juni 2025 | 16:10 WIB

 

DIKELUHKAN: Petugas teknisi PDAM Maja Tirta memeriksa pipa air di Lingkungan Suronatan gang III, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (20/6).
DIKELUHKAN: Petugas teknisi PDAM Maja Tirta memeriksa pipa air di Lingkungan Suronatan gang III, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (20/6).

PDAM Maja Tirta Lamban Respons Keluhan Pelanggan

KOTA - Kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau Perumdam (PDAM) Maja Tirta Kota Mojokerto dinilai lamban dalam menanggapi keluhan pelanggan. Pasalnya, air PDAM yang mati di Lingkungan Suronatan, Kelurahan/Kecamatan Magersari, baru tertangani setelah sebelas hari.

Mampatnya air terjadi lantaran terdapat pipa yang mengalami bocor di Jalan KH Mas Mansyur, Suronatan. Kerusakan tersebut diperbaiki pada Sabtu (21/6), atau sebelas hari setelah air di belasan rumah di permukiman belakang Rumah Dinas Wali Kota ini mati sejak Rabu (11/6) pekan lalu.

UY, 30, salah satu warga yang terdampak air mati menyatakan tidak berencana meminta kompensasi ke PDAM. Meski berat hati untuk membayar biaya bulan ini, dia mengaku sudah lega kebutuhan air di rumahnya kini kembali terpenuhi. ’’Air menyala sudah bersyukur saya,’’ ucapnya, kemarin (22/6).

Hanya saja, ibu tiga balita itu berharap ke depannya Maja Tirta lebih responsif dalam menanggapi laporan. ’’Cara menanggapi konsumen harus gercep, jadi tidak menunggu berhari-hari, bahkan lebih dari seminggu,’’ tutur pelanggan yang membayar retribusi ke PDAM Rp 70-85 ribu per bulan itu.

Memang sejak air di rumahnya mampus, UY seketika kelimpungan. Dia tombok karena harus membeli air galon untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Belakangan, ia juga meminta air, bahkan sampai mandi di masjid dekat rumahnya.

PDAM yang terkesan lambat dalam menanggapi laporan membuatnya makin uring-uringan. Pesannya ke call center Maja Tirta tak dibalas segera, bahkan hanya dibaca. Sampai akhirnya UY mendatangi kantor PDAM di Jalan Pahlawan nomor 40 dan mendapat bantuan air satu tangki serta nomor kontak bagian teknisi.

Dari teknisi inilah, UY mendapat update soal titik kebocoran pipa yang tak kunjung ditemukan selama lebih dari sepekan. Kepadanya pula, teknisi itu juga mengaku mendapat teguran dari wali kota lantaran persoalan ini setelah pemberitaan Jawa Pos Radar Mojokerto pada edisi Jumat (20/6). ’’Hari Jumat itu teknisi ngecek di Suronatan Gang 3, tapi tidak ada yang bocor. Baru besoknya ketemu di Jalan KH Mas Mansyur seberang rumah saya,’’ tandas dia.

Ketua RT 01 Lingkungan Suronatan Eko Hariono mengatakan masalah air mati yang sebelumnya terjadi di Gang I dan III sudah kembali mengalir. Masalah ini terjadi karena terdapat pipa yang bocor. ’’Saluran pipa (yang bocor) di sekitar pos jaga RT 01,’’ ucapnya. Sementara itu, Direktur Perumdam Maja Tirta Bambang Ribut Sugiatmono tak merespons saat dikonfirmasi. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#keluhan pelanggan pdam #PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) #Kota Mojokerto #Pelayanan Dikeluhkan #maja tirta