Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Belum Genap Dua Bulan Kembali Diperbaiki, Paving Jalan Soekarno Kota Mojokerto Renggang Lagi

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 18 Juni 2025 | 16:10 WIB

 

BERCELAH: Paving Jalan Ir Soekarno di kawasan TBM yang mengalami renggang dalam proses perbaikan, kemarin (17/6).
BERCELAH: Paving Jalan Ir Soekarno di kawasan TBM yang mengalami renggang dalam proses perbaikan, kemarin (17/6).

Paving Jalan TBM Renggang Lagi

 KOTA - Perbaikan Jalan Ir Soekarno di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, tak berumur panjang. Kemarin (17/6), jalan paving di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) itu kembali diperbaiki lantaran mengalami renggang. Belum genap dua bulan lalu pemeliharaan serupa baru dilakukan pemkot.

Pantauan di lokasi kemarin, perbaikan menyasar ujung barat jalan sekitar perempatan Jembatan Rejoto. Sejumlah pekerja merapatkan paving yang renggang dan meratakannya dengan pasir. Paving di tepi jalan yang sebelumnya jebol juga dikeruk untuk ditambal.

Di sebelah timurnya, beberapa area paving dilingkari dengan cat. Tanda tersebut menunjukkan titik yang akan diperbaiki karena celah antarpaving terlampau lebar. ’’Hari ini tadi mulai ada perbaikan jalan,’’ kata Muslim, salah seorang warga. Pekerjaan ini setidaknya berlangsung sampai sore hari setelah hujan deras.

Jalan Ir Soekarno sudah berkali-kali diperbaiki sejak dibangun akhir 2023. Proyek jalan sepanjang 1 kilometer dari Lingkungan Balongcangkring, Kelurahan Mentikan hingga Jembatan Rejoto itu menelan biaya Rp 5,2 miliar dari APBD Kota Mojokerto. Persoalan utama terletak pada kondisi paving yang mudah renggang, bahkan lima bulan setelah proyek tuntas. Kondisi tersebut membuat pengguna tak nyaman dan rawan memicu kecelakaan.

Mulanya kerusakan yang muncul diperbaiki CV Tiga Lautan Berlian asal Kabupaten Malang selaku pelaksana proyek. Namun, setelah masa pemeliharaan selama setahun tuntas, perbaikan menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. Salah satunya yang berlangsung pada April lalu. Akan tetapi hasil perbaikan tersebut tak bertahan lama.

Belum genap dua bulan, paving kembali renggang parah hingga akhirnya diperbaiki lagi. Selain itu, banyak titik permukaan jalan tak rata sehingga bergelombang saat dilintasi.

Mengingat kerusakan yang berulang, Pembina Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Rif’an Hanum menuding proyek dikerjakan asal-asalan dan kurang mengawasan. Dia juga mencurigai material tanah uruk yang digunakan untuk pemadatan jalan tak sesuai spesifikasi. ’’Karena itu sudah sepatutnya aparat penegak hukum (APH) juga menelisik proyek jalan ini, di samping menyidik proyek kapal resto Majapahit di TBM,’’ tandasnya.

Di sisi lain, pihak Dinas PUPR Perakim berkali-kali menyatakan jika pekerjaan jalan sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dalam hal pemadatan. Soal kondisi paving yang gampang renggang, dinas berdalih disebabkan kontur tanah cenderung labil karena berada di tanggung sungai dan ditambah beban kendaraan serta hujan. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#renggang #Taman Bahari Mojopahit #rejoto kota mojokerto #tbm #perbaikan jalan #Paving #pulorejo