Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perbaikan Jembatan Gajah Mada Molor

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 17 Juni 2025 | 15:35 WIB
DIBATASI: Rambu larangan kendaraan roda enam ke atas melintas terpasang di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, sejak akhir bulan lalu.
DIBATASI: Rambu larangan kendaraan roda enam ke atas melintas terpasang di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, sejak akhir bulan lalu.

 KOTA - Proses perbaikan Jembatan Gajah Mada yang mengalami kerusakan sejak beberapa bulan terakhir terkesan berlarut-larut. Dari target semula digarap mulai awal bulan ini, hingga kini belum tampak pekerjaan berarti. Di sisi lain, Dinas PUPR Kota Mojokerto kembali menggelontorkan dana Rp 149 juta untuk perbaikan jalan jembatan.

Pantauan di lokasi kemarin (16/6), tak ada aktivitas proyek di jembatan yang melintasi Sungai Brantas itu. Hanya terpasang rambu larangan kendaraan roda enam melintas serta peringatan hati-hati.  Di sisi barat jembatan juga terdapat papan pekerjaan, namun tak terlihat aktivitasnya. ’’Sekitar dua minggu lalu ada pekerja di bawah jembatan memasang bambu,’’ kata Dwi, pengguna jalan yang setiap hari lewat Jembatan Gajah Mada.

Sesuai keputusan repat koordinasi (rakor) Forum Lalu Lintas Kota Mojokerto yang digelar Selasa (27/5), perbaikan akan dilakukan Dinas PUPR terhadap struktur jembatan. Sesuai berita acara rapat, pekerjaan diestimasi memakan waktu 12 hari. Selama proses itu, sistem buka tutup jalur akan diberlakukan dan jalan ditutup total selama dua hari.

Pada hari rakor itu juga, paket pekerjaan pemeliharaan rangka jembatan berupa pemasangan 10 stringer baja penguat dengan pagu Rp 80 juta diunggah di laman LPSE Kota Mojokerto. Belakangan paket itu dimenangkan CV Setu Kanaka dengan harga negosiasi Rp 72,5 juta.

Hingga berita ini ditulis tadi malam (16/6), Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji tak menjawab konfirmasi soal progres perbaikan jembatan. Sebelumnya, Muraji menyatakan pekerjaan paling lambat harus sudah dimulai awal Juni atau sepekan setelah rakor. ’’Lama waktu pengerjaan kurang lebih 3 minggu,’’ ucapnya, Kamis (29/5).

Kini, memasuki minggu ketiga bulan ini, tanda-tanda sistem buka tutup akan diberlakukan belum muncul. Aspal yang bulan lalu bergelombang hingga mengakibatkan pemotor terjatuh juga belum dibongkar. ’’Dari dua minggu itu tidak ada lagi pekerja, cuma meninggalkan rambu-rambu peringatan saja,’’ tutur Dwi, pengguna jalan.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan laman LPSE kemarin, PUPR telah menunjuk CV Bumiasri asal Tuban untuk mengerjakan pemeliharaan jalan pada jembatan senilai Rp 149,6 juta. Rencana paket pekerjaan non-tender yang diumumkan Kamis (5/6) lalu itu berupa pergantian parsial plat beton eksisting jembatan menggunakan bahan beton graut (rapid setting) disertai dengan penguatan baja berkode BJTS 420B. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#berlarut-larut #jembatan gajah mada #molor dari target #perbaikan jembatan #Kota Mojokerto