MASJID Agung Darussalam (Madasa), Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kembali menjadi tempat melakukan rukyatul hilal. Kemarin (27/5) petang, rukyatul hilal yang digelar Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur dan Kemenag Kabupaten Mojokerto tersebut dipusatkan di lantai empat masjid milik Pemkab Mojokerto tersebut.
Melalui Sidang Persaksian Hilal Pusat Observasi Bulan (POB), mekanisme rukyatul hilal untuk menentukan awal Dzulhijah 1446 Hijriah ini menggunakan empat peralatan khusus. Di antaranya melalui alat ukur kiblat praktis (aulatis) dan tiga teropong.
Meski hilal tidak tampak, namun Lembaga Falakiyah telah menentukan 1 Dzulhijah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu (28/5) hari ini. Hal itu setelah melihat kemunculan hilal dari Kota Subang Aceh. ”1 Dzulhijah jatuh pada Rabu Kliwon, 28 Mei 2025. Memang berpotensi beda, karena elongasi bulan sudah di atas 6,4 derajat, namun tinggi hilal masih di bawah 3 derajat, kecuali dilihat dari Kota Sabang Aceh,” terang Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jatim Syamsul Ma’arif. (ris/fen)
Editor : Hendra Junaedi