Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Baznas Kota Mojokerto Asal-asalan Tarik Uang Masyarakat

Fendy Hermansyah • Senin, 26 Mei 2025 | 16:35 WIB
DEKAT TONG SAMPAH: Sebuah kotak amal bertuliskan Baznas Kota Mojokerto ditempatkan berdekatan tong sampah di teras minimarket kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin
DEKAT TONG SAMPAH: Sebuah kotak amal bertuliskan Baznas Kota Mojokerto ditempatkan berdekatan tong sampah di teras minimarket kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, kemarin

Kotak Amal Lusuh, Diselotip Sekenanya, dan Tak Transparan

KOTA - Keberadaan kotak amal yang diduga milik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto dikeluhkan masyarakat. Kondisinya terbilang memprihatinkan dan tak dilengkapi penjelasan rinci tentang pengumpulan dana dari masyarakat tersebut.

Salah satu kotak amal itu berada di samping pintu minimarket kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Keberadaannya ditaksir sudah bertahun-tahun. Kondisinya lusuh. Kotak amal kaca berbalut rangka alumunium itu juga terlihat sudah lama tidak dibersihkan.

Bagian depan kotak terdapat tulisan Baznas Kota Mojokerto yang ditempelkan dengan selotip hitam. Pemasangannya terkesan sekenanya. Tidak ada keterangan dengan jelas yang menunjukkan lokasi kantor Baznas Kota Mojokerto. Termasuk juga akses telepon maupun akses digital ke website pun tidak ada.

’’Itu sudah lama,’’ seloroh Sw, warga sekitar. Ia menaruh curiga dengan kotak amal itu sejak lama karena terlihat asal-asalan. Padahal, tulisan di kotak amal itu tertulis Baznas Kota Mojokerto. Akan tetapi, melihat kondisi kotak amal itu seperti tak meyakinan.

Kotak amal yang ditaruh di samping pintu minimarket itu, kata dia, menarik sedekah dari orang yang lalu lalang berbelanja. Dari depan tampak tulisan Baznas Kota Mojokerto. Akan tetapi, setelah didekati seperti tempelan selotip. ’’Memasangnya juga sekenanya. Masa lembaga resmi, kotak amalnya seperti itu,’’ kritik pria paroh baya itu.

Dirinya menjelaskan, kotak amal itu selalu terdapat uang di dalamnya, baik berupa uang kertas atau logam. Jumlahnya diperkirakan cukup besar mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Meski begitu, dirinya tak mengetahui kapan uang di dalamnya diambil. ’’Nggak tahu kapan diambilnya. Nggak jelas jadwalnya. Uangnya selalu ada, tetapi kotaknya tak pernah penuh. Berarti kan ada yang mengambil,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Warga yang lain justru menyayangkan adanya kotak amal terbitan Baznas Kota Mojokerto tersebut. Sebelumnya, dirinya tak pernah melihat instansi negara itu menjaring muzaakki melalui kotak amal di minimarket. ’’Itu kelihatannya masih baru. Baru kali ini saya tahu,’’ ujarnya sembari wanti-wanti identitasnya dikorankan.

Dia mengaku heran apabila ada kebijakan menaruh kotak amal di minimarket tersebut. Keberadaan kotak amal tersebut terkesan kurang informatif karena tak dilengkapi keterangan yang jelas. ’’Muzakki masyarakat belum optimal, tetapi sudah membuka kotak amal di minimarket. Sebenarnya kurang elok, tetapi mungkin itu kebijakan pengurusnya,’’ tambah dia.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Mojokerto Dwi Hariadi belum memberikan jawaban ketika Jawa Pos Radar Mojokerto meminta konfirmasi. Dihubungi melalui sambungan telepon dan layanan pesan, belum didapatkan balasan. (fen)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#memprihatinkan #Basnaz #Kota Mojokerto #kotak amal