Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bata Tempel Terakota di Jembatan Rontok 

Rizal Amrulloh • Kamis, 1 Mei 2025 | 23:36 WIB
AMBROL: Kondisi konstruksi batu bata bercorak Majapahitan pada dinding sisi timur Jembatan Gajah Mada yang ambrol, kemarin (30/4).
AMBROL: Kondisi konstruksi batu bata bercorak Majapahitan pada dinding sisi timur Jembatan Gajah Mada yang ambrol, kemarin (30/4).

Fasum Alami Kerusakan, Kondisinya Memprihatinkan

 KOTA - Ornamen Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, kondisinya kini memprihatinkan. Sebagian konstruksi batu bata bercorak Majapahitan mulai rontok. Tak hanya itu, fasilitas umum di sekitarnya juga rusak dan jadi sasaran vandalisme.

 Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (30/4), tatanan batu bata di dinding jembatan sebelah timur sudah ambrol. Tempelan bata terlepas dari dinding hingga mengakibatkan kerusakan kurang lebih sepanjang 4 meter.

 Fauzi, salah satu warga di sekitar lokasi mengatakan, ornamen dinding di Jembatan Gajah Mada diketahuinya ambrol sejak beberapa pekan yang lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut terkait kerusakan tersebut. ”Sudah hampir sebulan kayak gitu,” tuturnya.

 Belum diketahui secara pasti terkait penyebab rontoknya batu bata merah terakota tersebut. Tapi, dia memperkirakan akibat getaran saat kendaraan melintas di jembatan penghubung wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto ini.

 Disinggung terkait faktor kualitas, pria yang sehari-hari bekerja di Kecamatan Kranggan ini mengaku tak memungkiri. Karena dari dinding yang terlepas, batu bata tampak ditempelkan menggunakan bahan semen. ”Mungkin kurang kuat sehingga terlepas, tapi kurang tahu juga,” celetuknya.

 Alih-alih mempercantik perwajahan jembatan Gajah Mada, kerusakan pada proyek rehabilitasi jembatan dari program corporate social responsibility (CSR) tahun 2021 ini justru mengurangi nilai estetik dari ornamen ala Majapahit. Bahkan, fasum di bawah jembatan juga mengalami nasib serupa. Fasilitas tempat duduk juga terlihat sudah pecah. Termasuk dinding batu bata di Rumah Pompa Gajah Mada yang kembali jadi sasaran aksi vandalime dengan coretan cat.

 Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto Muraji saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp (WA) masih belum merespons kemarin.

 Untuk diketahui, konstruksi revitalisasi jembatan dari ini sebelumnya juga telah terbukti terjadi penyimpangan. Pada awal 2023 lalu, Kejari Kota Mojokerto menetapkan empat orang tersangka akibat tindak pidana rasuah pada proyek senilai Rp 607 juta tersebut. Karena dalam penyidikan, korps Adhyaksa menemukan ketidaksesuaian antara bahan bangunan dengan perencanaan. (ram/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#ambrol #jembatan gajah mada #Ornamen Artistik #rontok #rusak #Kota Mojokerto #ornamen majapahitan