Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terpisah dalam Lima Kelompok Terbang

Farisma Romawan • Minggu, 27 April 2025 | 14:30 WIB
PROYEKSI BERANGKAT: CJH cadangan menjalani pemeriksaan dokumen pelunasan bipih di kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu.
PROYEKSI BERANGKAT: CJH cadangan menjalani pemeriksaan dokumen pelunasan bipih di kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu.

Keberangkatan 992 CJH Kabupaten Mulai 5 Mei Mendatang

 KABUPATEN – Calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini dipastikan hanya berjumlah 992 orang. Jumlah tersebut menjadi angka final setelah pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahap kedua resmi ditutup pada Jumat (25/4).

 Tidak hanya minim, keberangkatan 992 CJH mulai 5 Mei nanti juga dipastikan tidak utuh atau terpencar di empat jadwal penerbangan. Hal ini tak lepas dari kebijakan Kanwil Kemenag Jatim yang memasukkan mereka di lima kelompok terbang (kloter) berbeda.

 Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad menegaskan, pemisahan ini tak lepas dari status Kabupaten Mojokerto sebagai daerah penyangga untuk embarkasi Surabaya (SUB).

 Yang mana, rombongan CJH yang dekat dengan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, harus dipencar untuk mengisi kloter yang mengalami kekosongan. Khususnya di kloter 47, 49, dan 55 yang tergabung dengan CJH dari daerah lain. ’’Karena CJH Kabupaten Mojokerto dekat dengan bandara, sehingga persiapannya bisa lebih singkat,’’ ujarnya, kemarin.

 Berdasarkan data pramanivest haji, kloter 47 diisi 52 CJH dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Latif yang tergabung bersama CJH Kota Mojokerto dan Blitar. Mereka akan diberangkatkan mulai 14 Mei dari kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basuni Sooko.

 Lalu kloter 49 diisi 98 CJH dari KBIH Armina yang tergabung bersama CJH asal Situbondo, Bangkalan, Banyuwangi, dan Pamekasan yang dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 15 Mei. Berikutnya kloter 55 diisi 55 CJH dari KBIH As Syarif yang tergabung dengan CJH asal Ngawi dan Pacitan dengan keberangkatan ke Tanah Suci mulai tanggal 17 Mei.

 Sedangkan kloter 12 dan 13 diisi utuh CJH asal Kabupaten Mojokerto. Meliputi, KBIH Al Rahmah (335 CJH), Al Haramain (35 CJH), Baitul M (2 CJH), Rahmatan Lil Alamin (80 CJH), Abi Qubais (55 CJH), Al Munawwir (58 CJH), An Namiroh (40 CJH), Uluwiyah (125 CJH), CJH mandiri atau nonkloter, dan enam orang pemandu haji daerah (PHD).

 Mereka akan diberangkatkan lebih dulu oleh Bupati Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati M. Rizal Octavian dari Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto pada 5 Mei nanti. ’’Kloter utuh Kabupaten Mojokerto masuk gelombang pertama keberangkatan dan dijadwalkan masuk asrama mulai pekan depan,’’ tandasnya. Selanjutnya mereka diterbangkan ke Tanah Suci pada 6 Mei atau keesokan harinya menggunakan pesawat Saudia Airlines.

 Sebanyak 992 rombongan CJH Kabupaten Mojokerto ini dipastikan tidak akan bertambah setelah pelunasan bipih resmi berakhir pada Jumat (25/4). Mereka terdiri dari 742 CJH reguler urut porsi dan lansia, 106 CJH pendampingan lansia dan penggabungan mahram, serta 144 CJH cadangan urut porsi yang melunasi bipih tahap kedua. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kemenag kabupaten mojokerto #kabupaten mojokerto #Tanah Suci Mekah #kelompok terbang #calon jemaah haji (CJH)