Badan Jalan Dinyatakan Aman, Penguatan Tebing Masih Berlanjut
PACET - Setelah hampir tiga pekan ditutup akibat longsor yang menewaskan 10 korban jiwa, Jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet hari ini dibuka bagi umum. Keputusan pembukaan jalur oleh Pemprov Jatim itu diambil setelah tim gabungan menyatakan titik longsor telah aman setelah dilakukan uji coba, kemarin (22/4).
Menurut tim gabungan, badan jalan yang sebelumnya tertimbun longsoran kini telah bersih dari material longsoran maupun material pembangunan tembok penahan tanah. Kondisi jalan juga dinilai masih layak untuk dilintasi kendaraan. Sejumlah kendaraan tim gabungan melakukan uji coba melintasi ruas jalan yang berada di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo tersebut.
’’Setelah bersama-sama dilakukan uji coba pasca longsor ini, lalu lintas mulai dibuka lagi pukul 05.00 hingga pukul 18.00 besok (hari ini, red),’’ ujar Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid, kemarin. Pembukaan ruas jalan ini diberlakukan setelah badan jalan bersih dari material konstruksi maupun longsor. Berikut progres proyek penguat tebing yang kini menyentuh tahap lanjutan.
Yazid menyebut, Dishub Jatim bakal melengkapi fasilitas keselamatan jalan secara bertahap dalam waktu dekat. Baik berupa rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU) maupun guardrail. Tim gabungan disiagakan di Pemandian Cangar dan Sendi untuk melakukan buka-tutup jalan. Utamanya, saat terjadi cuaca buruk. ’’Semua instansi melakukan pengawasan di jalur Pacet-Cangar ini,’’ tandasnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menambahkan, pembukaan jalan hanya pada pagi sampai sore hari ini tak lain mempertimbangkan keamanan pengguna jalan. Khususnya terhadap potensi bencana longsor. Apalagi, sejauh ini proyek penguatan tebing masih berproses. Sejumlah papan imbauan rawan longsor dipasang di sepanjang jalan sebagai langkah mitigasi. ’’Bersama BPBD Jatim, kami memasang papan peringatan rawan longsor di enam titik,’’ kata Khakim.
PPK Wilayah I UPT PJJ Mojokerto Tri Cahyo Utomo menyebut, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) telah mencapai 100 persen dan terasering bambu di angka 98 persen. ’’Insya Allah konstruksi jalan aman untuk dilintasi kendaraan. Sehingga perekonomian masyarakat juga kembali normal,’’ sebutnya.
Pihaknya akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 100 meter di titik longsor secara bertahap. Berikut perbaikan penahan dinding di bawah jalan provinsi itu. ’’Kita juga sudah lakukan betonisasi di bawah TPT untuk memproteksi dari air dan kondisi darurat. Nanti dipasang guardrail juga,’’ tukas Cahyo. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi