Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Yayasan Sebut Bukan Kegiatan Outing Class

Martda Vadetya • Jumat, 11 April 2025 | 15:10 WIB

 

OPERASI SAR: Tim gabungan melakukan pencarian tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, korban terseret ombak di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kemarin (10/4
OPERASI SAR: Tim gabungan melakukan pencarian tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, korban terseret ombak di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kemarin (10/4

Tiga Santri Amanatul Ummah Pacet Belum Ditemukan

 KABUPATEN - Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto angkat bicara terkait insiden kecelakaan air yang menimpa para santri di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kemarin (10/4), pihak yayasan mengklaim liburan ketujuh santri tersebut bukan outing class maupun bagian dari kegiatan pesantren.

 ”Intinya mereka ke pantai itu bukan kegiatan pesantren,” ujar Juru Bicara (Jubir) Yayasan Ponpes Amanatul Ummah Affan Hasnan, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. Disinggung terkait izin santri keluar dari lingkungan pesantren, pihaknya belum bisa bicara banyak. ”Saat ini masih dalam suasana duka dan pencarian. Jadi, sementara ini kami fokus pencarian bersama keluarga (korban),” tuturnya.

 Ketujuh santri tersebut tinggal dalam satu asrama. Mayoritas mereka masih duduk di kelas 9 MTs. Saat keluar lingkungan pesantren pada Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri ini baru datang diantar keluarganya kembali ke pesantren setelah menjalani masa libur Ramadan dan Lebaran. ”Ada kedatangan santri secara bertingkat setelah masa libur. Jadi, sekarang sudah masuk normal,” beber pria yang juga pengajar di yayasan tersebut.

 Affan mengatakan, pihaknya bersama para wali santri korban kini telah berada di lokasi kejadian di Pantai Balekambang. Tak lain, untuk mengawal proses operasi search and rescue (SAR). Sementara empat santri yang selamat, RA, 15; HS, 15; AKR, 16; dan KY, 15, kini telah berada di pesantren dan telah bertemu keluarga masing-masing. ”Kita hadir di sini (lokasi kejadian) tentunya sebagai bentuk keprihatinan,” tandasnya.

 Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, pencarian tiga korban tersebut langsung dilakukan kemarin sekitar pukul 08.00. Ada dari Basarnas, PMI, BPBD, Kepolisian, TNI, LMDH, nelayan serta relawan SAR setempat.

Lima Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dalam pencarian tersebut. ’’2 regu SRU melakukan penyisiran di darat, 3 menyisir di perairan pakai speed boat. Di sepanjang bibir, tengah laut dan perairan lepas,’’ kata Sadono kepada Jawa Pos Radar Malang.

Pencarian laut dilakukan mengarah dari Balekambang ke Wonogoro, Kondangmerak dan Sugu. Sementara tim darat menyusur rute yang sama. Pencarian pertama dilakukan mulai 08.00 sampai 12.00 untuk di laut. Sementara regu darat mulai 13.00 sampai 16.00.

Komandan Tim (Dantim) Basarnas Surabaya Andris Dwi Prasetya mengatakan, pencarian sampai 16.00 masih tidak membuahkan hasil. Dia menyebut bahwa cuaca cukup menjadi penghalang dalam upaya pencarian. ’’Hujan sekitar pukul 15.15 sampai waktu pencarian selesai. Tidak deras dan tidak disertai angin, tapi cukup mengganggu penglihatan tim,’’ ucap dia.

Selain cuaca, pencarian dilakukan cukup hati-hati karena adanya palung laut di lepas pantai Balekambang. ’’Jaraknya sekitar 100 meter dari bibir pantai, kemungkinan di sana para korban yang belum ketemu itu tenggelam di sana,’’ ujar Andris. Pencarian dilanjutkan besok pagi di waktu yang sama.

 Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/4) lalu, ketujuh santri bertolak menuju Kota Batu menumpangi mobil rental. Sehari berikutnya, Rabu (9/4) siang, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Di lokasi, RA, 15, memilih berada di tepi pantai, sementara keenam rekannya berenang ke laut. Petaka terjadi tak berselang lama usai HS, 15, menepi lebih awal untuk salat.

 YAI, 15; MFS; 15; MLM; 15 terseret ombak saat berenang di sekitar palung laut. Sedangkan AKR, 16 dan KY, 15 berhasil menepi. Para korban sempat ditolong turis asing asal Jerman, Helena Lindner dan guide wisata Rio Candra Hidayat. Kendati demikian, ketiga santri kala itu tetap hanyut digulung ombak. Hingga kemarin (10/4) siang operasi SAR pencarian ketiga santri belum membuahkan hasil. (vad/biy/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pantai balekambang #laka air #pacet mojokerto #malang #amanatul ummah