SEMENTARA itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo Djati menjelaskan, tragedi longsor di jalur alternatif Pacet-Cangar sekitar wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, tersebut merupakan imbas cuaca buruk. Tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil jadi faktor utama pemicu bencana tersebut.
”Penyebabnya yaitu hujan deras intensitas tinggi yang terus menerus dan kontur tanah di lokasi yang labil. Jadi karena faktor alam,” ujarnya, kemarin.
Kondisi ini, jelas dia, diperparah adanya sumbatan ranting pohon di aliran sungai kecil di lokasi. Material tanah, batu dan ranting pohon pada sumbatan lantas ambrol ke jalan setelah terdorong guyuran hujan. ”Sehingga longsor langsung turun ke bawah begitu derasnya dengan membawa batu dan pohon sampai menimpa dua kendaraan yang lewat tersebut,” beber Yoie.
Dia menegaskan, mitigasi bencana di jalur rawan longsor tersebut telah rutin dilakukan setiap tahun. Bersama pihak Tahura R. Soerjo dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto. Dalam waktu dekat, mitigasi lanjutan bakal kembali digelar. ”Setelah penanganan longsor ini selesai sepenuhnya akan kita lakukan mitigasi ulang agar kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi