- Jalur Pacet-Cangar Masih Ditutup Total
- Pembersihan Pertimbangkan Faktor Cuaca
TRAWAS - Penutupan jalur alternatif Pacet-Cangar tampaknya bakal berlangsung lama. Sebab, pemerintah mempertimbangkan faktor cuaca yang belakangan tidak menentu untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu tersebut. Tepatnya, di kawasan objek wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet.
Hal ini disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat mengunjungi rumah duka tiga korban longsor pengendara mobil pikap Grand Max warna putih nopol S 9137 N di Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, kemarin (5/4). Rakor penanggulangan longsor bersama Pemprov Jatim dan instansi terkait itu digelar di kantor bupati pagi.
Hasilnya, sejumlah langkah penanggulangan bencana telah dirumuskan. Di antaranya, jalur alternatif Kabupaten Mojokerto-Kota Batu itu ditutup dua arah hingga waktu yang belum ditentukan. ”Penutupan kita lakukan sampai jalur Cangar benar-benar tidak terjadi longsor lagi,” katanya.
Sebab, ruas jalan provinsi sepanjang 50 meter di sekitar wisata Air Terjun Watu Lumpang tersebut hingga kini masih tertimbun material longsor. Menurutnya, pembersihan dan evakuasi dua kendaraan di lokasi bakal dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca yang belakangan tak menentu. Tak lain demi keselamatan tim gabungan. Namun, di sisi lain, sejumlah alat berat kini telah disiagakan di lokasi. ”Pembersihan material sampai selesai, kita tidak menentukan targetnya berapa hari,” ungkap Gus Barra, sapaan karib bupati.
Pihaknya turut berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca di kawasan Pacet-Cangar. Sehingga, jika cuaca mendukung pembersihan meterial longsor bisa dilakukan segera. Ke depan, dimungkinkan diberlakukan sistem buka tutup pada jalur tersebut saat cuaca ekstrem terjadi. Pemkab, lanjut Gus Barra, mendorong DPU Bina Marga Jatim memasang papan informasi cuaca di sejumlah titik sebelum memasuki jalur Pacet-Cangar.
”Supaya pengguna jalan bisa melihat informasi cuaca saat itu untuk pertimbangan mengakses jalan tersebut,” urainya. Di samping itu, pihaknya telah merumuskan langkah mitigasi lanjutan pasca tragedi longsor tersebut. Baik dengan reboisasi hingga pemasangan alat early warning system (EWS) di sepanjang jalur rawan longsor tersebut. ”Kita kasih bronjong untuk sementara (di titik longsor,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi