Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polres Mojokerto Fokus Pantau Jalur Mudik hingga Wisata

Martda Vadetya • Senin, 24 Maret 2025 | 14:05 WIB
TITIK SIMPUL: Pos pelayanan (posyan) di Simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri, didirikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
TITIK SIMPUL: Pos pelayanan (posyan) di Simpang 5 Kenanten, Kecamatan Puri, didirikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Polisi Dirikan Pospam dan Posyan

KABUPATEN - Keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran menjadi perhatian Pemkab dan Polres Mojokerto. Dua pos pelayanan (posyan) dan dua pos pengamanan didirikan untuk mendukung ratusan personel gabungan yang disiagakan selama 17 hari Operasi Ketupat Semeru berlangsung.

Kurun 23 Maret sampai 8 April nanti sedikitnya 352 personel gabungan Polri, TNI, Dishub, Satpol PP hingga Dinkes Kabupaten Mojokerto dikerahkan. Mereka difokuskan pada kelancaran lalu lintas, pencegahan kecelakaan, keamanan lingkungan hingga penanganan darurat selama masa libur Lebaran.

Ratusan personel gabungan ini disebar di empat pos yang didirikan di jalur mudik dan wisata. ’’Selama operasi ketupat ini kita dirikan empat pos. Dua posyan dan dua pospam,’’ ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap, kemarin. Posyan terbagi menjadi dua titik. Di Simpang 5 Kenanten dan Bundaran Pacet.

Sedangkan pospam, berada di Simpang 3 Taman Mojosari dan Simpang 3 Daplang Trawas. Dua pos di kawasan wisata sekaligus mengantipasi terjadinya kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran. ’’Karena memang kawasan Pacet dan Trawas ini memang sering jadi tujuan wisata selama masa libur,’’ ungkap Ridho.

Selain tempat petugas bersiaga, dua titik posyan bisa dimanfaatkan pemudik untuk tempat istirahat sejenak. Mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat sopir microsleep atau kelelahan. Bahkan, pemudik bisa mengakses layanan kesehatan yang disediakan jika dibutuhkan.

Diprediksi masyarakat mulai melakukan mobilitas mudik dan balik Lebaran secara bertahap sejak 24 Maret hingga 8 April. Skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan petugas jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kendaraan yang membuat lalu lintas tersendat. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#arus mudik lebaran #polres mojokerto kota #jalur wisata #pos pelayanan