Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ancam Sita Alat Pengamen dan Pengemis yang Mangkal di Jalanan Mojokerto

Martda Vadetya • Jumat, 14 Maret 2025 | 14:55 WIB
PENGEMIS DADAKAN: Seorang pengemis memakai kostum boneka panda leluasa beroperasi di perempatan Sooko Jalan RA Basuni, kemarin.
PENGEMIS DADAKAN: Seorang pengemis memakai kostum boneka panda leluasa beroperasi di perempatan Sooko Jalan RA Basuni, kemarin.

KABUPATEN - Satpol PP terus memelototi aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di wilayah Kabupaten Mojokerto. Sanksi berat menanti jika para pengemis maupun pengamen kedapatan nekat beroperasi lagi selama bulan puasa ini.

Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Mojokerto Mahendra Widho Wicaksono menuturkan, intensitas patroli pengendalian PMKS ditingkatkan selama bulan Ramadan ini. Sebab, biasanya para pengemis maupun pengamen memanfaatkan momen bulan puasa untuk beraksi. Sekaligus untuk mencegah terjadinya lonjakan PMKS luar daerah yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto. ’’Ini merupakan salah satu upaya kami meminimalisir adanya gangguan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,’’ ungkapnya, kemarin.

Peningkatan pengawasan ini, lanjutnya, turut melibatkan jajaran aparat penegak perda di tingkat kecamatan. Khususnya kecamatan yang terkategori wilayah rawan PMKS. Selain meresahkan masyarakat, keberadaan mereka melanggar Perda Kabupaten Mojokerto No 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Untuk memberikan efek jera, Satpol PP ancang-ancang menjatuhi sanksi berat bagi para PMKS yang nekat kembali beroperasi di bulan puasa ini. Salah satunya, diserahkan ke Dinsos Kabupaten Mojokerto untuk melakoni serangkaian pembinaan lanjutan. ’’Kita akan sita alat-alat yang digunakan baik untuk mengemis ataupun mengamen itu. Baik itu gitar, speaker, atau kostum badut cosplay. Kita berikan efek jera, karena memang mayoritas PMKS ini justru dari luar daerah Mojokerto,’’ bebernya.

Dalam serangkaian patroli yang digelar sebelumnya, Satpol PP menjaring puluhan PMKS di wilayah pusat Kabupaten Mojokerto. Sebagai peringatan, para pengamen, pengemis maupun anak jalanan dari luar daerah tersebut didata dan peringatkan untuk tidak beroperasi di Mojokerto. ’’Setelah kami lakukan serangkaian patroli sejauh tren PMKS ini cenderung menurun. Seperti tadi (Rabu, 12/3), kami lakukan patroli di wilayah Mojosari, Pungging, Puri dan Sooko dengan nihil temuan,’’ tukas Mahendra. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #pmks #razia pengemis dan pengamen #satpol pp