KABUPATEN - BPBD Kabupaten Mojokerto meminta masyarakat waspada akan terjadinya bencana banjir, angin kencang hingga tanah longsor dalam waktu dekat ini. Seiring adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem pada pengujung musim hujan pada momen bulan puasa ini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati menerangkan, daerah 18 kecamatan saat ini bakal menghadapi masa peralihan musim atau pancaroba. Siklus musim hujan tahunan terjadi pada bulan Oktober hingga Maret. ’’Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi dari awal sampai pekan ketiga bulan ini (Maret),’’ ungkapnya.
Berdasarkan pantuan BMKG, lanjutnya, terjadi sejumlah dinamika atmosfer di langit Mojokerto dalam kurun waktu tersebut. Mulai dari munculnya daerah konvergensi angin hingga madden julian oscillation (MJO). Beragam faktor ini yang mendukung peningkatan curah hujan disertai angin kencang. ’’Sehingga dampak potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, longsor juga meningkat,’’ jelasnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat waspada dan berhati-hati khususnya saat beraktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk. Masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, tiang listri dan benda lain yang berpotensi roboh saat terjadi angin kencang. ’’Kami mengimbau warga rutin melakukan kerja bakti membersihkan saluran air atau drainase untuk minimalisir potensi banjir,’’ tutur Yo’ie.
Di samping itu, BPBD meminta warga menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat cuaca ekstrem terjadi. Untuk diketahui, zona merah bencana longsor mencakup wilayah pegunungan seperti Pacet, Trawas, Jatirejo, dan Gondang. Daerah di sepanjang aliran sungai besar rawan terjadi banjir. Sedangkan bencana angin kencang dipetakan bisa terjadi di seluruh 18 kecamatan. ’’Hindari daerah bertebing yang rawan longsor saat terjadi hujan deras. Adapun berbagai langkah kesiapsiagaan bencana kami lakukan seiring sosialisasi ini kami masifkan,’’ tukas kalaksa. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi