Tak Siap Mental-Fisik hingga Porsi Fiktif
KABUPATEN - Ratusan calon jemaah haji (CJH) reguler Kabupaten Mojokerto tidak bisa melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahun 2025. Itu hasil skrining Kemenag Kabupaten Mojokerto sebulan terakhir.
Sekitar 220 dari 1.193 CJH reguler dipastikan menunda keberangkatannya karena beberapa faktor. Mulai dari tidak siap mental dan fisik hingga banyaknya CJH porsi fiktif atau tidak ditemukan keberadaannya. Dengan skrining itu, maka CJH cadangan berhak mengisi kekosongan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad memprediksi 80 persen dari 276 CJH cadangan dapat berangkat haji jika mampu memenuhi sejumlah persyaratan. Mulai dari kelengkapan dokumen seperti paspor dan biovisa, kesehatannya dinyatakan istithaah dan mampu melunasi bipih sebesar Rp 35,9 juta.
Khusus untuk bipih, CJH kuota cadangan bisa membayar ke bank yang ditunjuk saat pelunasan tahap kedua dibuka mulai 24 Maret hingga 17 April nanti. ’’Insyaallah sekitar 80 persen CJH kuota cadangan bisa mengisi kekosongan. Tim skrining sudah memetakan 200 lebih CJH reguler yang tidak melunasi bipih karena alasan tidak siap, adanya porsi batu dan porsi fiktif yang jumlahnya cukup besar,’’ ungkapnya.
Selain kuota cadangan, CJH penggabungan mahram dan pendampingan lansia yang diusulkan kemenag juga berpotensi masuk mengisi kekosongan. Mereka berhak mengisi kekosongan guna mendampingi pasangan atau orang tuanya yang sudah lanjut usia di kuota reguler selama di tanah suci. Hanya saja jumlah mereka tidak sebanding CJH cadangan yang mencapai ratusan. ’’Untuk yang CJH penggabungan mahram dan pendampingan lansia, masih kami usulkan untuk bisa melunasi bipih tahap kedua. Tetapi jumlahnya tidak banyak,’’ tandasnya.
Dengan potensi tersebut, Nur Rokhmad optimistis jumlah CJH yang berangkat ke tanah suci tahun bertambah. Bahkan, jelang pelunasan bipih ditutup 14 Maret nanti, jumlah CJH yang sudah lunas mencapai 873 orang. Atau, mencapai 73 persen dari total kuota yang diberikan kanwil Kemenag Jatim. ’’Kami berharap bisa kuota yang diberi bisa dipenuhi. Sehingga antrean keberangkatan bisa lebih maju,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi