Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Dawarblandong Mojokerto Waswas Banjir Susulan

Martda Vadetya • Senin, 3 Maret 2025 | 15:30 WIB
LUAPAN KEDUA: Aktivitas warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, di tengah banjir, Sabtu (1/3).
LUAPAN KEDUA: Aktivitas warga Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, di tengah banjir, Sabtu (1/3).

 

KABUPATEN - Curah hujan tinggi membuat warga di sepanjang aliran Kali Lamong, Kecamatan Dawarblandong, waswas. Mereka tak bisa tidur tenang lantaran khawatir banjir susulan akibat luapan sungai terjadi sewaktu-waktu. Sementara itu, banjir luapan sungai Afvoer Jombok yang menyasar Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, berangsur surut, Minggu (2/3).

Selama sepekan lalu, sudah dua kali banjir luapan Kali Lamong terjadi. Luberan sungai merendam rumah-rumah di tiga desa yang menjadi langganan banjir, yakni Talublandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Banjir dipicu peningkatan debit sungai seiring hujan deras di wilayah Lamongan yang menjadi hulu sungai.

Yang terakhir banjir menerjang permukiman warga saat waktu sahur pada hari pertama puasa, Sabtu (1/3). Sedikitnya 97 rumah kembali terendam banjir. Di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, banjir langsung surut total hari itu juga. ’’Sekarang tinggal pembersihan bekas-bekas lumpur di jalan,’’ kata Kepala Dusun Klanting Wahyudi, kemarin (2/3).

Menurutnya, jumlah rumah yang terdampak tak sebanyak banjir pertama pada Senin (24/2) lalu. Saat itu, berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Mojokerto, sebanyak 215 rumah warga di tiga desa terendam luapan Kali Lamong. Rinciannya 80 rumah di Dusun Brak, Desa Talunblandong: 42 rumah di Dusun Klanting dan 58 rumah di Dusun Beru, Desa Pulorejo; serta 35 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi.

Wahyudi menyatakan, kejadian dua kali banjir selama sepekan membuat warga resah. Khususnya penduduk sekitar Jembatan Klanting yang langganan terkena luapan sungai. ’’Terutama yang berada di pinggir jembatan, anak sungai itu, pasti tidak bisa tidur kalau malam,’’ ungkapnya.

Selama ini warga mendapat informasi secara rutin terkait kondisi debit Kali Lamong dari BPBD. Selama wilayah Lamongan tak mengalami hujan deras, warga masih bisa sedikit tenang. Namun sebaliknya, jika debit air di hulu mengalami kenaikan, penduduknya mulai bersiap-siap menghadapi banjir. ’’Karena arahnya banjir dari Lamongan ke sini, kalau BPBD mengabarkan di sebelah barat (Lamongan) ada kenaikan debit air, kami langsung waspada,’’ tutur Wahyudi.

Sebelumnya, Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menyatakan banjir langganan luapan Kali Lamong membutuhkan penanganan dari hulu ke hilir. Salah satunya dengan normalisasi dan pembangunan tanggul dari wilayah hulu di Lamongan sampai hilir di Surabaya. ’’Harus ada pembangunan tanggul penahan mulai dari hulu ke hilir karena daya tampung sungai berkurang akibat sedimen dan longsoran tebingnya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, meski luapan sungai Afvoer Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, berangsur surut dua pompa milik BBWS Brantas terus disiagakan di Dam Sipon untuk mengurangi debit banjir.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejumlah fasum masih tergenang banjir meski hanya di bagian halaman. Baik di SDN Tempuran, TK Pembina II Sooko ataupun Balai Desa Tempuran ketinggian air di halaman sekitar 5-10 cm. Sementara di kawasan permukiman di Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran genangan air surut total.

’’Untuk kawasan permukiman banjirnya sudah surut total. Untuk fasum hanya tergenang di bagian halaman saja. Termasuk akses jalan cor di Dusun Bekucuk sisi barat tergenang 5-10 sentimeter yang surut perlahan,’’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Minggu (2/3).

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, sebelumnya terdapat 18 rumah warga di Dusun Tempuran dan 82 rumah di Dusun Bekucuk tergenang banjir. Berikut lahan pertanian padi dan tebu seluas 65 hektare di dua dusun turut terdampak. Kini, sebagian sawah rusak dan masih tergenang.

Dua pompa banjir milik BBWS Brantas masih disiagakan di Dam Sipon untuk mengantipasi terjadinya banjir susulan. Kedua pompa diaktifkan untuk membuang debit air dari aliran Sipon Watudakon dan Afvoer Jombok ke Sungai Brantas. ’’Untuk klep irigasi yang rusak masih menunggu dari BBWS Brantas, sampai saat ini masih belum diperbaiki,’’ tandas Khakim.

Sebelumnya, banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko terjadi sekitar pukul 23.00 Kamis (27/2). Air bertahap menggenangi persawahan, permukiman dan sejumlah fasum di dua dusun. Curah hujan tinggi dan kerusakan sejumlah pintu klep di saluran irigasi membuat afvoer Sungai Jombok meluap. (adi/vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#banjir #curah hujan tinggi #tempuran #kali lamong banjir #kali lamong meluber #dawarblandong mojokerto #kali lamong #hujan deras angin kencang #Kali Lamong meluap