- Sempat Rendam 215 Rumah di Tiga Desa
- Siapkan Pompa, Antisipasi Bencana Susulan
KABUPATEN - Kali Lamong kembali meluap, Senin (24/2) malam. Akibatnya ratusan rumah di Kecamatan Dawarblandong terendam banjir. Bencana langganan pada musim hujan ini disebut lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.
BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat sebanyak 215 rumah warga di tiga desa terendam luapan Kali Lamong. Rinciannya: 80 rumah di Dusun Brak, Desa Talunblandong; 42 rumah di Dusun Klanting dan 58 rumah di Dusun Beru, Desa Pulorejo; serta 35 rumah di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi.
Terjangan banjir sempat membuat aktivitas warga lumpuh. Kemarin (25/2), Pemdes Pulorejo mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Sebanyak 400 bungkus sarapan dibagikan ke 100 rumah yang terdampak banjir. Seiring tren banjir yang sudah mengalami surut, jumlah makanan yang dibagikan dikurangi saat makan siang. ’’Yang kedua bikin 175 bungkus, karena yang lain sudah bisa aktivitas,’’ kata Kepala Dusun Klanting Wahyudi.
Menurutnya, luapan sungai yang merendam rumah warga sejak malam sebelumnya itu sudah surut total. Hingga kemarin siang, tinggal Jembatan Klanting yang masih tenggelam. ’’Jembatan masih terendam setinggi lutut orang dewasa,’’ imbuhnya.
Dampak luapan Kali Lamong pada awal tahun ini dinilai lebih parah dari musim hujan sebelumnya. Jumlah rumah yang terendam lebih banyak dan jangkauan luapannya semakin luas. Banjir pada akhir 2023 misalnya, menerjang 5 rumah di sekitar Jembatan Klanting dan 3 rumah di Dusun Ngarus. Pada tahun-tahun sebelumnya, rumah yang terdampak juga tak sampai belasan, apalagi puluhan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyatakan, hingga kemarin sore, banjir di tiga desa telah menyusut total. Dari hasil pemantauan, tren penurunan ketinggian air terjadi sejak pagi. ’’Untuk dapur umum ada satu dari pihak desa di Klanting dan kami memberi bantuan sembako untuk bahan masakan,’’ tandasnya.
Khakim menyebut Kali Lamong yang berada di perbatasan Mojokerto dan Gresik ini meluap karena tingginya curah hujan. Peningkatan debit air terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (24/2) berlangsung hampir seharian. ’’Karena saking derasnya itu mungkin banyak yang terdampak akhirnya,’’ ungkap dia.
Selain luapan Kali Lamong, hujan deras turut menyebabkan aliran sungai di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, meluap. Akibatnya 75 rumah warga Dusun Dempol Lor, Desa Mojogebang, Kemlagi, terendam banjir. ’’Ada dua dusun yang banjir, Dusun Dempul Lor dan Dusun Klompok,’’ kata Kepala Desa Mojogebang Khusnul Fafa. Selain merendam jalan raya, banjir juga masuk ke rumah warga.
Tim respons cepat BPBD Kabupaten Mojokerto telah turun ke lokasi untuk memantau ketinggian banjir. Petugas juga melakukan monitoring serta penanganan terhadap warga jika diperlukan. Relawan BPBD Jatim Ahmad Kurniawan menyebutkan, sebanyak 75 rumah telah terdampak banjir hingga sekitar pukul 20.00. Ketinggian banjir bervariasi antara kaki orang dewasa. Dari hasil asesmen sementara, banjir dipicu luapan aliran sungai yang berada di sebelah utara kampung. ’’(Banjir) dari aliran sungai (Desa) Pandankrajan, Kemlagi,’’ tandasnya. Kemarin pagi, banjir luapan tersebut juga sudah surut total.
Sementara itu, sejumlah langkah antisipasi disiapkan guna menangani luapan susulan dari Kali Lamong yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satunya penyediaan mesin pompa air agar banjir tak sampai menerjang permukiman.
Keberadaan mesim pompa air telah disediakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, kemarin (25/2). Mesin penyedot air itu juga telah diuji coba untuk menguras air genangan di sawah Dusun Balong. ”Pompa air ini kami stand by-kan terus di wilayah Dawarblandong,” ujar Kabid Sumber Daya Air DPUPR Rois Arif Budiman.
Menurutnya, mesin yang juga digunakan untuk menangani banjir di Kecamatan Sooko akhir tahun lalu itu siap digunakan. ”Tadi (kemarin, Red) sudah dites dan langsung jalan,” imbuhnya. Saat ini terdapat satu unit pompa air yang disediakan. Jumlah tersebut dinilai sudah cukup apabila Kali Lamong sewaktu-waktu kembali meluap. Mesin pompa nantinya akan difungsikan apabila air mendekati permukiman, sehingga banjir tak sampai merendam rumah warga. ’’Untuk saat ini satu unit sudah cukup, agar kampung tidak sampai tergenang,’’ tandasnya.
Aliran Kali Lamong melintasi sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong. Wilayah yang rawan terdampak banjir luapan antara lain, Desa Talunblandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Tiga desa itu juga mengalami banjir usai sungai tersebut meluap pada Senin (24/2) malam. (adi/ris/fen)
Editor : Hendra Junaedi