Ke Tanah Suci, Tahun Ini Ikut Lunasi Bipih
KABUPATEN – Sebanyak 276 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto yang masuk kuota cadangan diminta segera menyiapkan diri jika sewaktu-waktu terpanggil berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Meski belum dipastikan keikutsertaannya, namun ratusan CJH cadangan ini juga wajib melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) sebesar Rp 35,9 juta di tahap kedua. Terhitung mulai 24 Maret hingga 17 April mendatang.
Permintaan tersebut disampaikan Kemenag Kabupaten Mojokerto saat sosialisasi kuota haji cadangan di aula kemenag, Jumat (21/2). Dalam sosialisasinya, ratusan CJH diharapkan dapat mengisi kuota reguler yang mengalami kekosongan karena beberapa faktor. Mereka akan berpotensi menjadi bagian dari rombongan haji tahun 2025 ketika mampu memenuhi persyaratan seperti halnya CJH reguler.
Meliputi, istithaah kesehatan hingga melunasi bipih. ’’Tadi (Jumat, Red) sosialisasinya mengenai persiapan istithaah kesehatan dan pelunasan bipih. Harus sesuai syarat dan antrean,’’ ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad, kemarin.
Namun, pemenuhan tersebut diakui Nur Rokhmad belum cukup untuk memastikan keberangkatan seluruh CJH cadangan dalam memenuhi panggilan beribadah ke Tanah Suci.
Sebab, mereka tetap harus antre sesuai urutan porsi antar-CJH cadangan untuk bisa mengganti kuota CJH reguler yang menunda keberangkatan.
Antrean ini sesuai Peraturan Menteri Agama (Permendag) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. ’’Langkah persiapan CJH cadangan ini adalah antisipasi jika ada CJH reguler menunda keberangkatan. Tetap harus antre sesuai porsi urutan keberangkatan,’’ tandasnya.
Hingga 6 hari pelunasan bipih tahap pertama dibuka, jumlah CJH reguler yang sudah memenuhi kewajibannya mencapai 200-an orang. Atau setara 16 persen dari total jumlah CJH di kuota reguler yang mencapai 1.249 orang. Angka tersebut terbagi menjadi dua kategori. Meliputi, CJH porsi asli sebanyak 1.193 orang, dan CJH lansia 56 orang.
Dengan jumlah itu, Nur Rokhmad optimistis persentase CJH reguler yang melunasi bipih mencapai 95 persen. ’’Meskipun situasi ekonomi masih fluktuatif, namun antusias masyarakat menjalankan ibadah haji cukup tinggi,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi