Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cuaca Ekstrem, Pendaki Gunung Penanggungan di MojokertoDibatasi sampai Puncak Bayangan

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 5 Februari 2025 | 14:05 WIB
JUJUKAN WISATAWAN: Tenda pendaki berdiri di puncak bayangan Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, beberapa waktu lalu.
JUJUKAN WISATAWAN: Tenda pendaki berdiri di puncak bayangan Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, beberapa waktu lalu.

Cuaca Buruk, Penanggungan Berlaku Sistem Buka-Tutup

TRAWAS – Pendakian Gunung Penanggungan di Kecamatan Trawas kembali dibuka. Namun, dengan pembatasan secara ketat. Pendaki via jalur Tamiajeng misalnya, hanya diperbolehkan sampai puncak bayangan. Jika sewaktu-waktu cuaca memburuk, jalur pendakian juga bakal ditutup lagi.

Sekretaris LMDH Sumber Lestari Desa Tamiajeng Khoirul Anam menyatakan, aktivitas pendakian kini sudah kembali dibuka. Para pendaki diperbolehkan naik setelah penutupan dilakukan pekan lalu akibat cuaca ekstrem. ”Sudah buka, tapi ada pembatasan,” jelasnya, kemarin (4/2).

Pembatasan yang dimaksud adalah pendaki tak diizinkan sampai Puncak Pawitra, puncak tertinggi Gunung Penanggungan. Melainkan, mereka hanya bisa maksimal sampai puncak bayangan yang umumnya jadi tempat mendirikan tenda. ”Pendaki maksimal sampai puncak bayangan, itu pun dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca,” jelas Anam.

Kebijakan ini diberlakukan mengingat potensi badai dan kabut yang menyelimuti gunung di ketinggian 1.653 meter tersebut. Jika tak dibatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pendaki. Skema pembatasan hingga kini juga masih diberlakukan di jalur pendakian via Jolotundo, Desa Seloliman. Saat cuaca sedang buruk, para pendaki dihalau agar tak naik. ”Kami berlakukan sistem buka-tutup, dengan melihat kondisi cuaca,” tambah pengurus LMDH Seloliman Suwarno.

Sebelumnya, lima pendaki Penanggungan via Kedungudi terjebak badai pada Rabu (29/1). Rombongan asal Malang itu berhasil dievakuasi dengan selamat pada Kamis (30/1) malam setelah berlindung di Gua Botol. Kelimanya merupakan pendaki terakhir karena sejak hari itu seluruh jalur pendakian ditutup seiring cuaca ekstem. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pendaki #trawas mojokerto #gunung penanggungan mojokerto #tamiajeng #pendakian #puncak bayangan