Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Pertahankan Dua Makam Leluhur Desa

Martda Vadetya • Senin, 20 Januari 2025 | 14:15 WIB

 

PETILASAN LELUHUR: Makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman yang tidak dibongkar lantaran diyakini sebagai tokoh pembabat alas Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo.
PETILASAN LELUHUR: Makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman yang tidak dibongkar lantaran diyakini sebagai tokoh pembabat alas Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo.

JATIREJO - Pasca pembongkaran 13 makam palsu pada Senin (13/1) lalu, kini tersisa dua kijing di kompleks makam Mbah Sugo di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Warga meyakini kedua makam tersebut merupakan peristirahatan terakhir sosok pembabat alas desa.

Dua kijing yang bertahan itu diyakini warga sebagai makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman. Keduanya dipercaya sebagai sosok pembabat alas Desa Kumitir sebelum dijadikan permukiman seperti saat ini. ’’Ada sejarahnya. Ini juga berdasarkan hasil musyawarah dengan warga dan tokoh masyarakat, kalau kedua sosok ini yang membabat alas desa,’’ ujar Kepala Dusun Bendo, Desa Kumitir, Nirriawang Mahalila.

Meski berada di satu kompleks, sebanyak 13 makam lainnya dibongkar lantaran tidak bisa dibuktikan secara administrasi maupun sejarah asal usulnya. Kompleks makam Mbah Sugo dibangun lengkap sejak 2018 oleh warga. Pada ekskavasi tahap lima Situs Kumitir September 2024 lalu, didapati struktur susunan bata kuno mengarah ke makam yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD) seluas 263 meter persegi tersebut.

Kendati begitu, tidak mudah bagi Pemdes Kumitir untuk merelokasi jika nantinya makam dibongkar untuk kepentingan ekskavasi cagar budaya. ’’Sementara ini kita belum bisa mengkonfirmasi. Walaupun nanti kemungkinan ada skema tukar guling (lahan TKD) atau sejenisnya dari pemerintah pusat,’’ terang Sekretatis Desa Kumitir Lukman Teguh Prasetya, terpisah.

Sebab, lanjut sekdes, hal tersebut mesti melalui proses kajian dari Balai Pelestarian Kebudayaan XI dan musyawarah masyarakat. Menyusul hal ini menyangkut sejarah dan kepercayaan warga Desa Kumitir. ’’Kami sudah dapat informasi kalau dari ekskavasi terakhir ada struktur yang mengarah ke makam. Tetapi kalau nanti harus dibongkar untuk ekskavasi, kita perlu musyawarahkan dahulu dengan warga (dan tokoh masyarakat),’’ tandas Lukman.

Sebelumnya, warga membongkar 13 makam palsu di komplek makam Mbah Sugo pada Senin (13/1) sore. Menyusul adanya polemik di tengah masyarakat yang telah dilalui lewat proses mediasi oleh pihak terkait hingga tiga pilar desa. Belasan makam palsu tersebut tidak dapat dibuktikan secara administrasi maupun sejarahnya. Pembongkaran dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi aktivitas keagamaan yang menyimpang berikut memutus pungutan iuran perawatan makam yang tidak jelas asal-usulnya tersebut. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Kompleks Makam #Situs Kumitir #makam palsu