KABUPATEN - Pemkab Mojokerto tengah mengajukan benih jagung dan padi kepada Provinsi Jatim dan Direktorat Jendral Tanaman Pangan. Langkah ini sebagai bagian penguatan peningkatan produktivitas pertanian di bumi Majapahit.
Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Mojokerto terus digeber. Salah satunya dengan gelontor beni unggul seperti tahun-tahun sebelumnya. ’’Peningkatan produksi pertanian tetap menjadi fokus pemda. Ini untuk swasembada pangan nasional,’’ ungkapnya.
Hanya saja, pemda masih belum bisa menyebutkan detail jumlah bantuan yang diperoleh masing-masing petani. Sebab, dinas pertanian sendiri baru mengajukan benih kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Direktorat Jendral Tanaman Pangan. Khususnya benih jagung dan padi. ’’Kami masih menunggu realiasasinya dari provinsi, jadi kami belum bisa sebutkan berapa jumlahnya. Yang pasti, nantinya bantuan benih tersebut akan dibagi sesuai luasan lahan. Khususnya yang menjadi prioritas kami sawah yang sebelumnya terdampak banjir,’’ tegasnya.
Harapan pemda dengan benih unggul, produksi pertanian di 18 kecamatan ini bisa semakin meningkat dari sebelumnya capai 328 ribu ton pada 2024 untuk padi dan jagung sebesar 264 ribu ton. Angka tersebut juga meningkat dari 2023 yang masing-masing ada di angka 315.200 ton untuk padi dan 249 ton jagung. ’’Untuk mencapai hasil pertanian yang bagus, memang salah satunya dari benihnya, makanya setiap tahun kita upayakan bantuan benih untuk para petani itu ada,’’ tegasnya.
Pun demikian dengan ketersediaan pupuk subsidi dari pemerintah tahun ini Kabupaten Mojokerto dijatah sebanyak 37,3 ribu ton. Terbagi urea 19.554 ton dan NPK 17.782 ton. Angka tersebut belum lagi ploting untuk pupuk organik sebanyak 2.111 ton. Sesuai laporan dinas pertanian, Teguh menegaskan, belakangan pupuk subsidi yang digelontor pemerintah sudah bisa dinikmati para petani di kios resmi yang tersebar di 18 kecamatan. Sekarang ini sudah mulai proses perjanjian jual beli antaradistributor dan kios resmi.
Sebelumnya, pada Desember 2024, luas lahan produktif yang terdampak banjir capai 638,7 hektare. Dari enam wilayah terdampak, Kecamatan Sooko dengan luas capai 222 hektare tersebar di tiga desa. Di antaranya Desa Tempuran luasannya capai 94 hektare. Rinciannya, 19 hektare lahan tebu dan Bero atau belum ditanami seluas 75 hektare. Lalu, seluas lima hektare lahan pertanian pangan padi umur tanam 7 hari dan jagung umur tanam 5 hari.
Selebihnya, di Desa Ngingasrembyong lahan pertanian produktif yang terampak capai 63 hektare. Meliputi, lahan tebu 58 hektare, jagung 3 hektare dan lahan bero 2 hektare. Sementara itu, di Desa Karangkedawang seluas 40 hektare lahan bero. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi