Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Harga Cabai Tinggi, Petani Panen Dini

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 8 Januari 2025 | 14:05 WIB

 

DIPETIK MUDA: Petani cabai di Dusun Sumbersono, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, memilih panen dini setelah harga cabai melambung tinggi, kemarin (7/1).
DIPETIK MUDA: Petani cabai di Dusun Sumbersono, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, memilih panen dini setelah harga cabai melambung tinggi, kemarin (7/1).

Di Pasar Tradisional Tembus Rp 75 Ribu Per Kg

 DAWARBLANDONG – Tingginya harga cabai rawit membuat sejumlah petani di Kecamatan Dawarblandong memilih panen dini. Cabai yang masih muda sudah dipetik mumpung harganya sedang mahal. 

Salah satunya dilakukan Supriadi, petani cabai di Dusun Sumbersono, Desa Brayublandong, yang melakukan panen dini, kemarin (7/1). Ia memutuskan memanen cabai lebih awal karena harganya sedang tinggi. Di tingkat petani, harga cabai rawit yang masih hijau alias muda mencapai Rp 25 ribu per kilogram (kg). ”Mumpung mahal dan butuh uang juga,” ujar pria 62 tahun itu.

 Menurut Supriadi, harga cabai muda umumnya berada di kisaran Rp 10-15 ribu per kg. Kenaikan hingga dua kali lipat yang terjadi sejak tiga pekan terakhir membuat dirinya memilih panen dini. ”Sebenarnya sayang, tapi juga khawatir pas panen raya nanti harganya turun,” imbuh petani yang telah memanen ratusan kilogram cabai muda di lahan sewa milik Perhutani itu. 

Supriadi menyebut masa panen cabai sebetulnya masih berlangsung dua pekan lagi. Saat itu, cabai diperkirakan sudah memasuki usia matang. Namun, dirinya khawatir harga cabai rawit merah di tingkat petani yang sekarang Rp 65 ribu per kg bakal anjlok. ”Apalagi musim hujan begini bisa membuat harga turun, harapan kami ya harganya bisa stabil,” bebernya.

 Panen dini tak hanya terjadi di Brayublandong. Sebagian petani di Kecamatan Dawarblandong juga telah melakukan hal serupa. Seperti di Desa Pucuk dan Jatirowo. Namun demikian, beberapa petani memilih tak buru-buru memetik cabai. Mereka memutuskan menunggu cabai memerah dan dipetik saat masanya nanti. 

Di sisi lain, harga cabai rawit di pasaran memang sedang melambung tinggi. Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, kemarin (7/1), misalnya, satu kilogram cabai rawit bertengger Rp 75 ribu. Meski masih terbilang mahal, harga ini cenderung turun dibanding awal tahun pekan lalu yang menembus Rp 110-120 ribu per kg.

 Sementara itu, berdasarkan laman Siskaperbapo, per kemarin harga rata-rata cabai rawit merah di pasar Kabupaten Mojokerto Rp 86.500 per kg, sedangkan di Kota Mojokerto Rp 62.500 per kg. Tren harga di dua wilayah ini sama-sama mengalami kenaikan dari hari sebelumnya. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#harga cabe mahal #Cabe #dawarblandong mojokerto