Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

DPUPR: Jembatan Darurat Kedunggempol Masuk Tahap Akhir

Khudori Aliandu • Rabu, 18 Desember 2024 | 14:05 WIB
DIKEBUT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto membuat jembatan darurat dengan memasang besi WF sebagai konstruksi utama jembatan di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, kemarin (17/12).
DIKEBUT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto membuat jembatan darurat dengan memasang besi WF sebagai konstruksi utama jembatan di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, kemarin (17/12).

Pekan Ini Finishing Tapakan

KABUPATEN - Pembuatan jembatan darurat di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari terus berproses. Kemarin, balok baja jenis WF (wide flange) sebagai konstruksi jembatan terpasang dan pengerjaan pun mulai menginjak tahap akhir.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pembuatan jembatan darurat sebagai akses utama masyarakat setempat terus berproses. Dinas PUPR terus kebut pengerjaan hingga akhirnya bisa dimanfaatkan kembali. ’’Sampai saat ini pembuatan jembatan darurat di lapangan terus berproses. Pengerjaan kita lakukan secepat mungkin,’’ ungkapnya.

Progresnya kata Henri, sudah hampir tuntas. Saat ini pengerjaan fokus melakukan pemasangan besi WF sebagai konstruksi utama jembatan. Konstruksi ini nantinya bakal dimanfaatkan sebagai tapakan papan sebagai finishing jembatan. ’’Pengerjaan sekarang mulai menginjak tahap akhir. Paling tidak minggu ini, tinggal pembuatan tapakannya saja sebagai finishing,’’ bebernya.

Selama proses pengerjaan tidak banyak kendala yang dihadapi. Henri mengaku, masih tetap memanfaatkan satu sisi konstruksi jembatan lama sebagai fondasi. Sebaliknya untuk fondasi yang ambruk, dinas PUPR memanfaatkan jalan sebagai dudukan besi jenis WF. ’’Jembatan daruat ini tetap kita perhatikan keamanan dan kenyaman. Setidaknya bisa dilalui roda dua atau pun pejalan kaki sebagai akses setiap harinya,’’ tuturnya.

Sebelumnya, putusnya jembatan Kedunggempol diduga banyak faktor yang memengaruhi. Selain derasnya aliran sungai Sadar akibat peningkatan debit air akibat hujan, usia jembatan dinilai sudah tua. Bahkan, sebelumnya sudah teridentifikasi mengalami retakan pada konstruksinya. Di samping itu, sumbatan sampah dan tanaman seperti eceng gondok turut mendukung putusnya jembatan. (ori/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Mojosari Mojokerto #jembatan darurat