Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tanggul Kembali Ambrol, 98 Rumah di Mojokerto Terendam Air

Martda Vadetya • Selasa, 17 Desember 2024 | 15:20 WIB
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi tiga orang warga ke balai Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, akibat meluapnya debit air anak Sungai Sadar, Minggu (15/12) malam.
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi tiga orang warga ke balai Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, akibat meluapnya debit air anak Sungai Sadar, Minggu (15/12) malam.

KABUPATEN - Bencana banjir di Kabupaten Mojokerto hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Sebanyak 98 rumah warga Desa Salen, Kecamatan Bangsal, kembali tergenang akibat tanggul Sungai Sumber Ngrayung kembali mengalami jebol.

Sedangkan banjir luapan sipon Watudakon di dua desa di Kecamatan Sooko berangsur surut.

Banjir luapan sungai kembali menyasar Desa Salen, Kecamatan Bangsal; Desa Gayaman dan Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Minggu (15/12) malam.

Kepala Desa Salen Suyanto Fery Anggriawan menuturkan, sedikitnya 98 rumah warga dari 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Semanggi terdampak banjir.

Itu setelah satu titik tanggul Sungai Sumber Ngrayung sepanjang 12 meter kembali jebol saat diguyur hujan lebat, sekitar pukul 19.00 pada Minggu (15/12).

Padahal sebelumnya, Kamis (5/12), tanggul yang jebol sempat ditambal BPBD Kabupaten Mojokerto dengan memasang sejumlah karung pasir dan cerucuk gedek.

’’Sekarang kerusakan tanggul makin parah setelah terkikis debit tinggi, dalamnya sekitar 2,5 meter dan panjangnya 12 meter. Sebelumnya masih ada TPT yang utuh, setelah diterjang air jebol juga,’’ ujarnya kemarin.

Menurutnya, tanggul darurat itu jebol akibat digerus debit air dari wilayah hulu. Hingga Senin (16/12) sore, jalan dan sejumlah rumah warga masih tergenang air.

’’Di jalan ketinggian air 5-10 sentimeter dan di dalam rumah sekitar 15-20 sentimeter. Tidak sampai dievakuasi. Mayoritas warga ya ke kerabatnya yang nggak kena banjir,’’ beber Suyanto.

Rusaknya tanggul darurat, lanjutnya, akan segera ditanggulangi BPBD Kabupaten Mojokerto.

’’Informasi dari BPBD materialnya datang Senin (16/12) malam dan besok (Selasa, 16/12) pagi penambalannya. Kalau hujan lagi, bisa makin parah. Semoga tidak hujan lagi,’’ tandas kades.

Sekitar pukul 21.30 Minggu (15/12), banjir luapan anak Sungai Sadar kembali menerjang Dusun Tambakrejo, Desa Gayaman dan Dusun Plosogede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar. Di Desa Gayaman, air setinggi 1 meter memutus akses jalan desa. Dan sekitar 20 rumah warga tergenang banjir setinggi 30 cm.

’’Di Desa Gayaman ada tiga orang warga yang kita evakuasi ke balai dusun karena (satu) rumahnya terdampak banjir cukup parah.

Sedangkan di Dusun Plosogede, Desa Gebangmalang, tidak separah di Desa Gayaman,’’ ujar Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto. Dipastikannya, ketiga warga terdampak telah mendapat bantuan family kit.

Menurut Khakim, banjir luapan anak Sungai Sadar ini akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Mojokerto sejak Minggu (15/12) sore. ’’Banjir (di Desa Gayaman dan Gebangmalang) surut sekitar pukul 03.00 (Senin, 16/12),’’ tukasnya.

Sedangkan, banjir luapan debit aliran sipon Watudakon yang menyasar Desa Tempuran dan Ngingasrembyong kini berangsur surut. ’’Untuk Desa Ngingasrembyong warga tinggal bersih-bersih rumah, sudah kering,’’ ujarnya, Senin (16/12).

 

Di Desa Tempuran, lanjutnya, jalan desa kini sepenuhnya sudah bisa diakses warga. Karena sebelumnya sempat terputus akibat banjir. ’’Banjir di dua dusun Desa Tempuran tinggal sebagian saja. Di pekarangan dan rumah warga rata-rata terendam air setinggi 10-20 sentimeter,’’ jelas Khakim. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto majapahit #banjir #terendam air #bangsal #bpbd #banjir mojokerto