PACET - Benteng sekam Jalur Penyelamat Rest Area Sendi di Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang sempat terbakar kini telah dibangun ulang. Kepolisian bersama pihak terkait berjibaku memadamkan api dan menyusun ratusan karung sekam menjadi benteng pengadang kendaraan rem blong.
Sebanyak 650 karung sekam diangkut dengan dua truk dan satu pikap dari Mapolres Mojokerto menuju lokasi pada Selasa (22/10). Satu unit PMK Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto turut dikerahkan ke jalur alternatif Mojokerto-Batu untuk memadamkan sekam yang terbakar.
Bersama TNI dan kelompok relawan, ratusan karung sekam disusun menjadi benteng berdimensi sekitar 8 meter dengan tinggi 1,5 meter. Setelah, api yang sedianya membara di dalam tumpukan sekam (mureng) dipastikan benar-benar padam dan aman. ’’Setelah mendapat informasi dari relawan jika jalur penyelamat tersebut terbakar, maka kami tindaklanjuti dengan perbaikan ini,’’ ujar Kasatlantas Polres Mojokerto AKP M. Hariyazie Syakhranie, Rabu (23/10).
Menurutnya, benteng sekam otomatis tidak berfungsi optimal sejak beberapa hari terbakar. Sedianya, tumpukan karung sekam ini dibangun untuk menghentikan laju kendaraan yang mengalami rem blong. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan Pacet-Cangar. Yang sewaktu-waktu berpotensi terjadi rem blong pada pengendara yang melintasi jalur menurun ekstrem tersebut.
Apalagi, jalan provinsi tersebut kerap dilintasi kendaraan berat seperti truk dan bus. Dugaan aksi pembakaran dinding sekam oleh pihak tak bertanggung jawab tersebut juga tengah ditelisik kepolisian. ’’Kami mengimbau agar warga sekitar selalu waspada dan segera melapor jika melihat aktivitas yang mencurigakan,’’ ungkap pria yang akrab disapa Azie ini.
Dengan pembangunan ulang dinding sekam ini, lanjut Azie, diharapkan mampu menekan risiko fatalitas akibat kecelakaan rem blong di jalur tengkorak tersebut. ’’Kita semua tidak mau ada dan makin banyak korban lagi terkait kecelakaan lalu lintas di jalur ini,’’ tutupnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi