KABUPATEN – Warga terdampak kekeringan di Dusun Tempuran, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong terus menerima bantuan air bersih. Krisis air akibat kemarau panjang yang dirasakan sedikitnya 110 kepala keluarga (KK) ini berlangsung sejak pertengahan bulan lalu.
Selain dropping air bersih oleh BPBD Kabupaten Mojokerto, bantuan juga datang dari para polisi dan tentara. Setelah digerojok air satu mobil water canon oleh Polres Mojokerto Kota pada Selasa (1/10), kemarin giliran personel Koramil Dawarblandong yang membawa satu mobil tangki. ”Besok pagi (hari ini, Red) mungkin ada lagi,” kata Supriadi, salah satu personel babinsa.
Ribuan liter air bersih itu ditampung dalam beberapa tandon lipat milik BPBD. Warga yang terdampak kekeringan mengangkut air menggunakan wadah dari tempat penampungan yang berada di pekarangan dan halaman rumah salah satu warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menyatakan, bantuan air terus disalurkan hingga musim penghujan tiba. Jumlah air yang di-dropping rencananya akan ditambah setelah dana penanganan bencana disahkan bulan ini.
Khakim mengungkapkan, kekeringan di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan ini terjadi lantaran kemarau panjang. Sumber air yang dikelola dengan sumur Pamsimas kini tak mampu mencukupi kebutuhan warga di empat dusun. ”Sumber airnya mengecil karena kemarau ini,” tandasnya.
Selain di Desa Simongagrok, lanjut Khakim, kekeringan juga masih melanda tiga desa di kaki gunung. Yakni, Desa Kunjorowesi dan Manduromanggunggajah di Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas. ”Penyaluran air bersih ke tiga desa ini juga masih berlanjut, selain dari BPBD ada bantuan dari swasta,” jelasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi