Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kaki Terkilir, Kelaparan, hingga Kepala Bocor

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 21 Agustus 2024 | 09:48 WIB
DITANDU: Tim SAR Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas mengevakuasi pendaki yang mengalami kendala kesehatan dan cedera pada Sabtu (17/8) lalu.
DITANDU: Tim SAR Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas mengevakuasi pendaki yang mengalami kendala kesehatan dan cedera pada Sabtu (17/8) lalu.

 KABUPATEN – Tak kurang dari 25 pendaki Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dievakuasi selama akhir pekan kemarin.

Para pendaki yang mengikuti upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia itu mengalami kelelahan, kaki terkilir, hingga terluka di bagian kepala.

 Peringatan hari kemerdekaan di Gunung Pawitra, sebutan Gunung Penanggungan, ini memang selalu menarik minat pendaki dari berbagai daerah.

Sabtu (17/8) lalu bendera merah putih sepanjang 1.000 meter dikibarkan di puncak Pawitra. Upacara ini diikuti ribuan pendaki yang mulai naik sejak sehari sebelumnya.

 Kendati demikian antusiasme perayaan di gunung setinggi 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tampaknya belum disertai dengan kesadaran keselamatan dari semua pendaki.

Masih banyak dari mereka yang harus dievakuasi petugas karena mengalami sejumlah masalah kesehatan hingga terjatuh.

”Kurang lebih ada 25 pendaki yang dievakuasi sampai tanggal 17 Agustus,” ujar Koordinator Tim SAR Gunung Penanggungan Nur Aini, kemarin (19/8).

 Para pendaki dievakuasi lewat Jalur Tamiajeng, jalur yang paling banyak dilewati para pendaki. Ia memastikan tak ada pendaki yang terluka secara parah.

”Alhamdulillah tidak ada yang cedera parah,” imbuhnya. Proses evekuasi pendaki melibatkan puluhan sukarelawan dari sejumlah kelompok, termasuk LPBI NU.

 Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto Syaiful Anam menambahkan, sedikitnya lima pendaki pihaknya evakuasi karena berbagai kendala.

Selain mengalami kekelahan, ada pendaki cedera di kaki karena terkilir saat menapaki jalur menurun. Selain itu, ada pula pendaki yang terluka di bagian kening karena terjatuh.

”Ada yang sakit bawaan juga habis operasi akhirnya tidak kuat naik, ada yang kelaparan,” bebernya.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2024 Resmi Dibuka, Berikut Cara Cek Rincian Formasi Beserta Link Resmi Setiap Instansi

 Para pendaki yang tak memungkinkan berjalan dievakuasi dengan cara ditandu secara estafet dari pos ke pos. Kesehatan mereka juga diperiksa setiap tiba di pos untuk memastikan kondisinya.

”Sejak tanggal 16 malam itu petugas gabungan sudah berjaga di pos masing-masing untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, saat itu sudah mulai ada yang kita evakuasi,”  tandas Anam sekaligus Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto ini.

 Anam mengimbau para pendaki memperhatikan kesiapan fisik sebelum memutuskan untuk melakukan pendakian. Aspek perlengkapan pribadi, seperti jaket, sepatu, hingga obat-obatan, juga tak boleh ketinggalan.

”Termasuk kalau turun itu harusnya jalan saya, jangan lari, ini yang sering memicu cedera juga,” imbaunya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#penanggungan #trawas mojokerto #pendaki gunung #pendaki amatir