KOTA – Duka mendalam masih menyelimuti internal Polres Mojokerto Kota, khususnya Polsek Prajurit Kulon pasca Kapolsek Prajurit Kulon Kompol Maryoko tewas dengan cara gantung diri di kediamannya, Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/8).
Meski jabatannya untuk sementara telah diambilalih pelaksana harian (Plh) AKP Eddi Purwo, namun belum banyak perubahan suasana yang terasa.
Tugas-tugas penting, baik di internal maupun eskternal polsek juga masih dalam proses penyesuaian sebelum diambilalih Plh.
Termasuk tugas sebagai inspektur upacara yang sempat diamanatkan kepada korban saat Upacara Kemerdekaan 17 Agustus di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan, pada Sabtu (17/8) nanti.
Pergantian sosok pemimpin upacara terpaksa harus dilakukan agar pelaksanaan upacara kemerdekaan yang digelar forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) tetap bisa terlaksana.
’’Surat mandat sebagai pemimpin upacara sudah ada di meja beliau (Kompol Maryoko, Red). Akan tetapi, karena beliau meninggal dunia, sepertinya harus digantikan pimpinan lain,’’ ungkap salah satu sumber di internal Polsek Prajurit Kulon, Selasa (13/8).
Meski begitu, keberlanjutan lembaga kepolisian sektor tetap harus terus berjalan. Untuk itu, AKP Edy Purwo yang sudah ditunjuk sebagai Plh Kapolsek Prajurit Kulon sejak Senin (12/8), untuk sementara waktu telah memimpin apel harian, kemarin (13/8) pagi.
Sebanyak 39 anggota dari semua unit, satuan, hingga bhabinkamtibmas juga telah di-briefing untuk bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsi yang diemban.
Bahkan, sejumlah anggota, baik dari unit samapta, intel, hingga reskrim ikut berjaga mengamankan final kejurkot voli antarpelajar di GOR dan Seni Mojopahit. Termasuk memindahkan tahanan dari mapolsek menuju mapolres.
’’Tadi (kemarin, Red) pagi sudah ada apel dari Plh baru. Belum ada instruksi khusus,’’ tambahnya.
Sementara itu, Plh Kapolsek Prajurit Kulon, AKP Edy Purwo belum bisa berkomentar mengenai penunjukannya sebagai pengganti sementara Kompol Maryoko.
Termasuk hak dan kewajiban yang ia terima selama menjabat sebagai Plh. Hingga saat ini, dirinya masih fokus dalam memetakan kinerja anggota sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kecamatan Prajurit Kulon.
’’Mohon maaf, semuanya masih proses pergantian. Mohon waktu, karena masih dalam berkabung,’’ terangnya singkat. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi