KOTA - Aliran Sungai Ngrayung, di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mendadak berubah warna menjadi merah. Fenomena itu terjadi dalam dua hari terakhir.
Dari pantaan Jawa Pos Radar Mojokerto Kamis (8/8) siang, permukaan air sungai yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Mojokerto ini berwarna kemerahan. Tepatnya berada di sekitar jembatan Lingkungan Kuwung-Jalan Jayanegara.
Kemarin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto langsung menelusuri penyebab fenomena sungai merah tersebut.
’’Tim kami turun ke lokasi untuk melakukan asesmen,’’ terang Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid, kemarin (8/8).
Dikatakannya, kondisi warna yang tidak normal pada aliran Sungai Ngrayung terjadi sejak Rabu (7/8) sampai dengan Kamis (8/8) siang.
Namun, Amin menyebut, warna air dari anak Sungai Sadar ini dilaporkan sudah kembali normal sore kemarin. ’’Kamis (8/8) sore pukul 16.42 air sungai sudah kembali seperti semula,’’ tuturnya.
Dari hasil pengecekan sementara, perubahan warga air diduga disebabkan karena kandungan organik yang cukup tinggi di dalam sungai. Kondisi itu mengakibatkan mikroba dan tanaman gangga berkembang pesat.
’’Kemungkinan mikroba dan tanaman gangga yang sudah mati membuat warna kemerahan dalam sungai,’’ paparnya.
Sebelumnya, tutur Amin, DLH juga telah melakukan pengujian air Sungai Ngrayung mulai dari hulu, tengah, sampai dengan hilir. Masing-masing dilakukan pada April lalu yang hasilnya masih sesuai dengan baku mutu air. Pengujian serupa kembali dilakukan pada Juli kemarin dan hasilnya masih dilakukan analisis.
’’Kami juga akan lakukan pemantauan dan pengecekan dalam beberapa hari ke depan,’’ paparnya.
Amin menyatakan juga akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Mojokerto. Sebab, aliran Sungai Ngrayung mengalir dari wilayah kabupaten menuju kota.
’’Akan kami koordinasikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada industri yang berpotensi melakukan buangan limbah yang mengandung warna atau logam ke Sungai Ngrayung,’’ pungkas Amin. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi