Antisipasi Gangguan Kamtibmas saat Suroan
SOOKO - Sejumlah personil keamanan memeriksa sejumlah pengendara lalu lintas di ruas Jalan RA Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto, tadi malam. Itu terkait dengan kegiatan operasi Semeru sekaligus antisipasi para penggembira malam Suroan yang menjadi atensi pihak kepolisian.
Tampak sejumlah personil dari unsur TNI dan Polres Mojokerto yang bersiaga di sekitar taman RA Basuni, Sooko yang berbatasan langsung dengan gapura selamat datang Kota Mojokerto. Puluhan personil itu menyiagakan diri.
Sejurus kemudian, sejumlah personil melakukan sweeping terhadap pengguna kendaraan yang melintas. Pemeriksaan dilakukan terhadap pengguna roda dua. Selain diperiksa kelengkapan surat kendaraan, pengguna lalu lintas juga ditanyai tujuan berkendaranya.
’’Ini dilakukan terkait operasi Semeru sekaligus pengamanan kegiatan malam Suroan,’’ ujar Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Hendro Susanto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi. Pemeriksaan kendaraan dilakukan terhadap pengguna jalan dari arah Kota Mojokerto.
Sejauh ini, kata Kompol Hendro, belum ada temuan menonjol. Meski demikian, pihaknya terus bersiaga menyusul adanya agenda penggembira malam Suroan. Utamanya, mengatensi kegiatan pengesahan murid baru dari salah satu perguruan silat yang digelar di kawasan Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Mojokerto bersama TNI dan Polri menggelar patroli gabungan, Sabtu (6/7) malam. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan RA Basuni dan Wijaya Kusuma disisir petugas agar tutup sementara dalam peringatan 1 Suro dan Tahun Baru Islam ini.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Kabid Tibumtranmas) Satpol PP Kab Mojokerto Mahendra menuturkan, patroli gabungan digelar untuk menyosialisasikan dan mendata 69 PKL di dua ruas jalan protokol. Sebagai upaya antisipasi adanya gangguan tibumtranmas (ketertiban umum dan ketentraman masyarakat) jelang gelaran tradisi Suran Agung yang diperingati sejumlah perguruan silat tiap menginjak bulan Sura.
’’Kita imbau agar pada pelaksanaan kegiatan tersebut (Suran Agung) pada tanggal 9-10 Juli untuk berhenti membuka lapaknya sementara atau libur beroperasi dulu,’’ ujarnya, kemarin. Tradisi Suran Agung seringkali diperingati kelompok pesilat dengan mengumpilkan anggota dari sejumlah daerah. (rif/fen)
Editor : Imron Arlado