KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kehadiran cermin cembung atau convex mirror yang biasanya dipasang di tikungan tajam, seharusnya menjadi penanda pengendara yang melintas di jalan tersebut agar lebih berhati-hati.
Ironisnya, fungsi ini tak didukung dengan kondisi cermin cembung yang terdapat di sejumlah titik pertigaan Kota Mojokerto.
Cermin di tikungan Jalan Trenggilis, Kelurahan Blooto, misalnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah cermin cembung kondisinya memprihatinkan. Buram tak bisa menampilkan bayangan dengan jelas.
”Jalan di sini selalu ramai dilewati kendaraan, tapi cerminnya buram. Jadi tidak berfungsi,” kata Firman, salah satu warga setempat.
Minimnya perawatan pada cermin tikungan tersebut jelas disayangkan.
Sebab, selain berfungsi untuk ketertiban lalu lintas, juga menjadi unsur penting bagi keselamatan pengguna jalan.
”Belum pernah sampai ada yang kecelakaan, tapi jadi bahaya juga kalau kondisinya terus-terusan seperti itu,” terangnya.
Kondisi yang sama juga ditemui di Jalan Bhayangkara. Pekatnya kotoran dan debu yang membalut membuat cermin tersebut tak bisa memantulkan objek yang datang dari dua arah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto mengatakan, masyarakat setempat bisa mengadukan keluhan tersebut dengan bersurat ke Dishub Kota Mojokerto.
Dengan aduan tersebut, nantinya pihak dishub akan turun mengecek kondisi cermin tersebut.
”Jadi sekalian diinventarisir, apakah layak diganti atau butuh perawatan saja, karena kita tidak tahu ada berapa titik yang mengalami kondisi seperti itu (buram),” ungkapnya.
Endri menyebut biasanya ada kurun tertentu pihaknya melakukan pengecekan serta perawatan convex mirror di sejumlah titik. Jika memang kondisinya sudah tidak layak, daun cermin akan dilakukan perbaikan.
”Kalau memang kondisinya sangat butuh diganti, ya bakal dimasukkan dalam usulan anggaran,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi