TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masifnya pertumbuhan alga dan lumut di area Situs Kolam Segaran, Desa/Kecamatan Trowulan, jadi kendala tersendiri bagi tim juru pelihara (jupel). Selain mengotori, jenis tumbuhan tersebut berpotensi membuat struktur situs berserah tersebut keropos.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim ancang-ancang menggandeng ahli botani untuk membasmi keberadaan hama di area kanal peninggalan Majapahit tersebut. ”Kita sudah bersihkan berkali-kali, bahkan sampai seminggu dua kali. Tapi, masih muncul terus,” ujar Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Endah Budi Heryani, kemarin (29/4).
Pertumbuhan alga dan lumut semakin masif memasuki musim penghujan. Hal ini membuat tim jupel bekerja ekstra untuk melakukan pembersihan secara manual yang dibantu dengan semprotan cairan pembasmi gulma dan rumput.
”Tumbuhnya luar biasa (cepat). Sudah dibersihkan di sini, tumbuh di sana. Dan ini bukan eceng gondok yang mudah dibersihkan, tapi tumbuh dari dasar kolam,” paparnya. Tumbuhnya lumut dan rumput di dinding situs dan alga di tengah kolam tak sekadar membuat kanal purbakala ini tampak kotor. Selain itu, dimungkinkan bisa membuat salah satu cagar budaya tinggalan Majapahit ini perlahan mengalami kerusakan.
Pembersihan rutin dengan mengerahkan puluhan jupel pada situs seluas 375x175 meter persegi tersebut belakangan dilakukan BPK Wilayah XI Jatim. Namun, langkah perawatan ini dinilai kurang maksimal. BPK Wilayah XI Jatim ancang-ancang menggandeng ahli botani atau tumbuhan untuk memberantas tanaman air sejenis hama tersebut.
”Mungkin nanti kita akan konsultasikan dengan ahli tanaman (botani). Karena kasihan juga jupelnya seminggu dua kali harus nyemplung kolam,” terang Endah. Kendati begitu, pihaknya belum bisa bicara detil terkait keterlibatan tim ahli botani tersebut. Namun, tujuannya tak lain untuk memformulasikan teknis pembersihan dan perawatan yang efektif guna mengantisipasi situs dari serangan alga maupun lumut.
Endah memastikan, upaya pembersihan manual dengan mengerahkan 40-an orang tim jupel bakal terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. ”Terkait keterlibatan ahli botani ini sedang kita bicarakan lagi detil langkah-langkahnya seperti apa,” tandas Endah. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi