Menggunakan uang pribadi, mereka patungan membeli sirtu untuk menutup lubang menganga yang menjadi akses tiap harinya.
Ketua Pembangunan Dusun, Pemerintah Desa Parengan, Muhamad Amin mengatakan, masyarakat belakangan dibuat resah dengan kondisi jalan poros yang ada di desanya. Utamanya memasuki musim penghujan sekarang ini.
’’Saat musih hujan seperti sekarang ini akses jalan kami berubah menjadi kubangan-kubangan besar seperti bekas galian C,’’ ungkapnya.
Menurutnya, sudah bertahun-tahun jalan poros ini belum tersentuh perbaikan. Pemerintah desa juga tidak bisa berbuat banyak lantaran berstatus jalan kabupaten dan menjadi kewenangan Pemkab Mojokerto.
Di sisi lain, jalan utama tersebut menjadi akses utama bagi warga Dusun Gondang yang berjumlah sekitar 800 jiwa.
Baik saat berangkat dan pulang kerja ataupun akses menuju kota.
Termasuk menjadi akses para pelajar satu-satunya untuk mengenyam pendidikan tiap harinya. ’’Jadi cukup rawan terpeleset saat melintas,’’ tuturnya.
Sontak kondisi itu membuat warga prihatin. Dengan menggunakan uang pribadi, mereka patungan membeli pasir dan batu untuk menutup lubang menganga yang menjadi akses tiap harinya.
Uang swadaya terkumpul sebesar Rp 2,5 juta pun dapat dua rit.
’’Tiap tahun kita swadaya seperti ini untuk membeli sirtu, utamanya saat musim hujan. Jadi kami berharap jalan ini segera dibangun, seperti jalan-jalan poros yang ada di desa lainnya,’’ tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya, menegaskan, jika setiap jalan rusak di bumi Majapahit ini bakal jadi perhatian serius pemerintahan.
Termasuk, ruas jalan poros di Desa Lakardowo-Desa Parengan, Kecamatan Jetis tersebut.
’’Sesuai ploting anggaran, di jalan poros itu dianggarkan Rp 4,4 miliar untuk perbaikan sekaligus pelebaran ruas jalan menuju standar,’’ ungkapnya.
Hanya saja, perbaikan memang tidak tuntas tahun ini, melainkan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah yang terbagi di 18 kecamatan.
Setidaknya, melalui anggaran itu, ditargetkan mampu melakukan perbaikan dengan panjang 1 kilometer lebih.
’’Dengan lebar 5,5 meter dan konstruksinya beton dengan ketebalan 25 sentimeter,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah