Januari lalu, SSB Putra Sambilawang FC resmi berdiri dan telah melatih 50 anak usia 10 hingga 15 tahun untuk bermain sepak bola secara profesional.
Selain menciptakan iklim yang kompetitif, cara ini sekaligus untuk menghindarkan anak-anak dari kecanduan permainan gadget atau game online.
Selain mengurus legalitas klub atau SSB, Pemdes Sambilawang juga berupaya memfasilitasi puluhan anak-anak ini dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Mulai dari penyediaan lapangan yang representatif, peralatan latihan yang lengkap, hingga staf pelatih yang mumpuni.
Pemdes juga menambah penerangan lapangan agar bisa dipakai latihan di malam hari. Tujuannya agar juga bisa dipakai warga usia dewasa untuk ikut berolahraga.
Dengan begitu, maka akan terjalin interaksi positif dan solid antarwarga.
’’Pemdes sifatnya hanya memfasilitasi agar anak-anak memiliki kegiatan yang positif dan kompetitif. Alhamdulillah, baru sebulan berdiri sudah ada 50 anak yang bergabung latihan. Lapangan ini juga dipakai orang dewasa untuk menyalurkan hobinya,’’ ujar Kepala Desa Sambilawang, Hadi Suwignyo.
Hadi menegaskan, fasilitasi kegiatan olahraga ini ditujukan agar masyarakat Sambilawang memiliki kepedulian terhadap buah hatinya.
Artinya, sepak bola tidak sekadar hobi, tapi juga bisa dijadikan batu loncatan untuk buah hatinya dalam meniti karir yang lebih profesional. Meski butuh waktu lama, namun hal itu bukan tidak mungkin bisa diwujudkan.
’’Jika ada konsistensi dan komitmen, bisa jadi akan lahir atlet atau pemain profesional dari Desa Sambilawang,’’ tandasnya.
Tidak hanya lapangan sepak bola, Pemdes juga akan memfasilitasi masyarakat dengan lapangan voli. Tak beda jauh, fasilitasi tersebut juga bertujuan untuk menggeliatkan kembali aktivitas olahraga di kalangan masyarakat. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah