Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Wringinrejo Sooko Mojokerto Swadaya Dirikan Dapur Umum, Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir

Martda Vadetya • Selasa, 12 Maret 2024 | 23:45 WIB

SWADAYA: Warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, mendirikan dapur umum secara swadaya untuk pemenuhan logistik korban terdampak banjir, Senin (11/3).
SWADAYA: Warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, mendirikan dapur umum secara swadaya untuk pemenuhan logistik korban terdampak banjir, Senin (11/3).
SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, mendirikan dapur umum secara swadaya setelah diterjang banjir Sungai Brangkal, Senin (11/3).

Dapur didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan logistik korban terdampak banjir selama masa pemulihan pascabencana.

Kepala Desa Wringinrejo Suhartono menerangkan, dapur umum yang ada di salah satu rumah warga ini didirikan sejak Senin (11/3).

Dapur ditangani langsung oleh sejumlah kader PKK untuk mengolah logistik dari berbagai donatur dan dibagikan pada warga terdampak banjir.

”Dapur umum ini kami dirikan secara swadaya supaya bisa dengan segera menyalurkan logistik dan makanan pada warga terdampak banjir,” ungkapnya.

Menurutnya, sekitar 951 warga dari 321 kepala keluarga di Dusun Sambirejo dinilai masih membutuhkan bantuan logistik hingga beberapa hari kedepan.

Lantaran saat ini warga satu dusun dalam kondisi pemulihan pasca banjir jebolnya tanggul Sungai Brangkal pada Sabtu (9/3) malam. Sehingga, aktivitas warga belum sepenuhnya normal seperti sebelumnya.

GOTONG ROYONG: Warga Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, berjibaku menggotong karpet musala yang baru saja dicuci usai diterjang banjir, Senin (11/3).
GOTONG ROYONG: Warga Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, berjibaku menggotong karpet musala yang baru saja dicuci usai diterjang banjir, Senin (11/3).

Insyaallah dalam sehari akan kita salurkan nasi bungkus dua kali. Untuk puasa besok (Selasa, 12/3) kita sesuaikan, mungkin dibagikan waktu buka dan sahur,” katanya.

Diakuinya, sebelum dapur umum ini berdiri warga disuplai logistik oleh dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.

Suhartono mengatakan, dapur umum swadaya warga ini akan beroperasi hingga beberapa hari kedepan.

”Dapur umum ini sebenarnya sifatnya situasional. Kalau warga korban banjir sudah tidak membutuhkan (suplai logistik), kita buka untuk warga yang kerja bakti membersihkan lingkungan dan tanggul. Mungkin sampai seminggu kedepan,” paparnya.  

Hal ini seiring dengan ditutupnya dapur umum penanganan bencana banjir di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.

Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Try Rahardjo menerangkan, dapur umum ditutup lantaran sudah tidak ada rumah warga yang tergenang banjir. Baik korban banjir di wilayah Sooko, Mojosari, hingga Pungging.

”Hari ini (Senin, 11/3) dapur umum sementara kita tutup. Kita tidak dirikan di Wringinrejo karena sudah tidak ada rumah warga yang terendam banjir,” terangnya, terpisah.

Kendati begitu, Pemkab Mojokerto tetap bakal menyuplai logistik berupa sembako bagi warga Dusun Sambirejo terdampak banjir.

Yang rencananya akan dibagikan langsung door to door atau lewat dapur umum swadaya yang didirikan warga.

”Berupa sembako, untuk kebutuhan beberapa hari kedepan. (Jumlah) data suplai logistik pastinya kami masih kroscek dulu,” sebut Kadinsos.

Tak hanya itu, pemkab turut mengerahkan dua ekskavator milik DPUPR dan satu unit Damkar BPBD serta beberapa dump truk untuk membantu membersihkan lumpur sisa banjir. Baik di jalan desa maupun rumah-rumah warga. Sebab, ketinggian lumpur di beberapa titik mencapai lebih dari 50 cm.

”Sejak hari Minggu (10/3) disiagakan, mungkin sampai lumpur yang mengendap di jalan atau permukiman ini bersih dan normal kembali. Besok (Selasa, 12/3) masih dilanjut,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#dapur umum #banjir #mojokerto