Sementara itu, Pemkab Mojokerto memastikan jika penanganan tanggul darurat dilakukan cepat dan kuat, termasuk, menjamin pasokan logistik bagi warga terdampak.
Warga yang terdampak banjir di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo masih dibuat waswas dengan potensi banjir susulan di tengah cuaca ekstrem sekarang ini.
Lebih lagi, sejumlah tanggul yang berhimpitan dengan pemukiman ini kondisinya banyak yang kritis.
’’Masih waswas banjir susulan saja ini, sekarang masih belum tenang, kan tanggulnya masih banyak yang ambrol juga,’’ ungkap Abdurrahim, 60, kemarin.
Sehingga, warga meminta penanganan tanggul harus dipastikan kekutaannya. Hingga saat ini, banjir bercampur lumpur yang menerjang pemukimannya masih membuatnya trauma.
Apalagi, dirinya bersama warga di lingkungannya tak mengira jika banjir yang melanda rumah mereka separah ini. Itu setelah, derasnya air yang merangsek masuk dalam rumah capai dada orang dewasa. Seabrek perabotan rumahnya pun tak bisa diselamatkan.
’’Kirain paling selutut, ternyata ini lebih parah. Di dalam rumah air sampai atas pusar saya. Kalau lumpurnya di atas mata kaki,’’ ungkapnya, dengan suara terbata-bata.
Derasnya arus membuat tembok warga di depan rumah sisi barat sampai jebol. ’’Alhamdulillah, blai slamet, saya bersama istri masih bisa menerjang derasnya arus saat rumah saya terendam banjir tadi malam,’’ tuturnya.
Senada juga diungkapkan, Arifin, dirinya bersama istri dan anaknya sempat terjebak banjir dalam rumah. Derasnya arus dan tingginya air masuk rumah membuat ketua RT 03 ini bertahan hingga pagi di lantai dua rumahnya.
’’Pokoknya alhamdulillah masih diberi selamat. Saya sama istri dan anak mau keluar rumah sudah tidak bisa, jadi sampai pagi bertahan di lantai dua, karena air itu sudah besar banget. Perabotan rumah sudah terumbang abing banjir,’’ ungkapnya.
Derasnya air yang merangsek masuk rumahnya membuat pintu belakang sampai jebol. Sontak peritiwa itu membuat rumahnya dipenuhi lumpur hingga di atas mata kaki orang dewasa.
Hingga akhirnya membuatnya kesulitan untuk melakukan pembersihan. ’’Adik dari Tuban tadi juga ke sini membantu, tapi ini karena tebal banget lumpurnya, paling besok saya siram pakai pompa air saja,’’ katanya.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, menegaskan, jika penangananan banjir yang ada di wilayah dilakukan cepat dan terukur. Kolaborasi antar instansi pun dilakukan.
Termasuk dengan Jasa Tirta dan BBWS Brantas sebagai pemilik wewenang daerah aliran sungai (DAS). ’’Yang pertama alhamdulillah, kami memastikan peristiwa ini tidak sampai ada korban jiwa. Itu yang patut kita syukuri,’’ ungkapnya.
Sebagai penanganan cepat, pihaknya tengah turunkan alat berat ke lokasi tanggul jebol sungai Brangkal, di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo yang berakibat pada bencana banjir.
Progresnya hingga kemarin sore, tanggul sepanjang sekitar 40 meter tersebut sudah tertutup melalui penanganan darurat. Petugas melakukan pemasangan pancang menggunakan bambu dengan pelapis gedek bambu.
’’Untuk sesek yang rusak juga sudah diperbaiki kembali dan sudah diperkuat dengan tambahan terpal agar air tidak merembes apabila sewaktu-waktu air naik,’’ tandas Ikfina.
Melalui penanganan daurat ini, Ikfina meminta warga tidak perlu waswas lagi meski tetap harus waspada jika sewaktu-waktu debit sungai meningkat. Pasalnya, penanganan darurat ini kekuatannya terjamin.
Pembuatan tanggul dipastikan juga sejajar dengan tanggul sungai yang ada saat ini. Sebaliknya, untuk penguatan tanggul juga diisi dengan menyusun karung berisi tanah (sandbag).
Termasuk, tanggul kali sadar di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari yang sempat jebol lagi juga sudah dapat penanganan darurat. Bahkan, saat debit air kembali meningkat, Sabtu (9/3) malam tanggul darurat lebih kekuatan daripada tanggul aslinya yang sudah pada mulai kritis.
’’Tanggul yang sisi timurnya malah yang ambrol sepanjang empat meter. Jadi lebih kuat yang baru dibikin, tanggul daruratnya ternyata lebih kokoh,’’ urainya.
Ikfina juga memastikan jika pasokan logistik bagi 951 warga dari 321 kartu keluarga terdampak banjir juga aman.
Hingga kemarin, dapur umum (DU) yang didirikan dinas sosial di kantor Desa Kedunggempol dengan dibantu para relawan juga masih tetap beroperasi.
Hal itu seiring dengan pasokan makanan yang disalurkan ke warga desa setempat dan Desa Ngrame, Kecamatan Pungging yang masih dalam pemulihan.
’’Selain konsumsi, kami juga pasok air bersih untuk kebutuhan warga di tengah proses pemulihan. Termasuk untuk warga Wringinrejo juga kita pastikan pasokan logistik jalan terus,’’ paparnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah