Langkah tersebut guna mengantisipasi adanya banjir susulan karena hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi mengguyur wilayah kota dan sekitarnya dalam bebepa hari ke depan.
Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji mengungkapkan, pompa air bantuan dari Pemprov Jatim telah ditarik kembali setelah tak ada lagi genangan air di wilayah terdampak.
’’Kemarin memang didatangkan dari provinsi untuk mempercepat surutnya air di Perumahan GPM (Griya Permata Meri) yang menjadi wilayah terparah terdampak banjir. Tapi karena kondisinya sudah surut, sehingga kita izinkan untuk ditarik kembali,’’ tandasnya, Jumat (8/3).
Meski demikian, sebanyak 21 titik rumah pompa yang tersebar di wilayah Kota Mojokerto tetap disiagakan 24 jam.
Termasuk tenaga operator yang juga stanby jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan.
’’Semua rumah pompa dan tenaga operatornya sudah ready, kita siap barangkali ada kejadian banjir lagi. Tapi semoga tidak sampai terjadi,’’ ulasnya.
Upaya mitigasi juga untuk mengantisipasi banjir susulan juga telah dilakukan bersama tim BPBD Provinsi Jatim.
Muraji mengatakan, hingga kemarin juga masih dilakukan pendataan titik-titik kerusakan infrastruktur akibat terdampak banjir pada Rabu (6/3) lalu.
Tetapi, penanganan pascabanjir hanya bisa menyentuh perbaikan pada kerusakan jalan dan saluran air yang menjadi kewenangan Pemkot Mojokerto.
Pihaknya juga menyebut akan berkoodinasi dengan BBWS Brantas maupun Dinas PU SDA Jatim untuk menanggulangi tanggul sungai yang kondisinya kritis.
’’Infrastruktur yang ada titik-titik kerusakan parah akan langsung kita tindaklanjuti dengan pos anggaran pemeliharaan jalan dan saluran. Tapi untuk tanggul sungai yang menjadi kewenangan provinsi, nanti kita akan kolaborasi dengan BBWS dan provinsi,’’ pungkasnya.
Di samping itu, Pemkot Mojokerto juga memantau secara periodik debit air di Sungai Sadar melalui perangkat early warning system (EWS) banjir.
Selain mengetahui peningkatan ketinggian air, perangkat yang terpasang di Lingkungan Tropodo, Kecamatan Meri tersebut juga difungsikan untuk memberikan peringatan dini jika ada potensi banjir. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah