Namun Pemkot Mojokerto tetap menyiagakan posko penanganan dan kebutuhan logistik masyarakat terdampak.
Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro meninjau langsung lokasi terdampak di Kelurahan Meri menyatakan, pemicu banjir disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah kota dan daerah hulu sungai pada Selasa (5/3) malam hingga Rabu (6/3) dini hari.
Akibatnya, aliran air di Sungai Sadar meluap yang menyebabkan banjir di beberapa titik. ’’Sejumlah rumah warga terendam dan juga sejumlah fasum seperti sekolah, masjid juga ada yang terendam banjir,’’ ungkapnya, kemarin.
Menurutnya, Pemkot Mojokerto telah berupaya melakukan penanggulangan banjir. Selain diampu Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) Kota Mojokerto bersama jajaran TNI-Polri dan unsur sukarelawan, pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim untuk membantu mempercepat penanganan banjir.
’’Kita sudah mengecek rumah pompa di lokasi-lokasi terdampak. Tapi agar lebih maksimal juga akan dibantu pompa air portable dari BPBD Provinsi Jatim agar air bisa cepat surut,’’ tandasnya.
Sore kemarin, genangan banjir perlahan mulai surut. Namun, kata dia, pemkot tetap menyiagakan posko penanganan banjir dan posko kesehatan di masing-masing lokasi terdampak.
Termasuk dapur umum yang didirikan secara gabungan oleh Dinsos P3A dan PMI Kota Mojokerto. ’’Dapur umum ini untuk menyediakan nasi bungkus ke rumah-rumah warga yang terdampak,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menambahkan, kemarin juga langsung dilakukan rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder terkait penanganan banjir. Berdasarkan laporan yang diterimanya, banjir berdampak di semua kecamatan se-Kota Mojokerto.
’’Di tiga kecamatan ada semuanya yang terdampak banjir. Tepatnya ada di empat kelurahan dan di tujuh lingkungan,’’ papar pejabat yang juga Kepala Satkorlak PB Kota Mojokerto ini.
Menurutnya, di masing-masing lokasi terdampak, ketinggian banjir bervariatif antara 30-50 sentimeter. Dan, jumlah warga yang terdampak mencapai 4.506 jiwa. Selain merendam jalan, banjir juga masuk ke dalam rumah.
Gaguk menyebutkan, wilayah terdampak banjir terparah berada di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan dengan total warga terdampak kurang lebih 2.800 jiwa.
Selain merendam rumah warga, siswa juga dipulangkan lebih awal karena air juga meluber hingga ke ruang kelas di sejumlah lembaga pendidikan.
’’Ada beberapa warga juga yang harus dievakuasi karena butuh penanganan medis karena stroke dan sesak kita bawa ke rumah sakit,’’ pungkasnya.
Selain itu, banjir di Kota Mojokerto juga melanda wilayah Kecamatan Prajurit Kulon. Tepatnya di kawasan Perumdam di Kelurahan Blooto dan Kelurahan Surodinawan.
Kecamatan Magersari juga tak luput dari banjir yang sempat menggenangi Lingkungan Kedungturi dan Gunung Anyar di Kelurahan Gunung Gedangan. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah