Selain itu, terdapat juga anggaran yang menfasilitasi program kegiatan tersebut yaitu anggaran kegiatan pra musrenbang, anggaran kegiatan musrenbang, anggaran pembinaan forum anak dan anggaran rapat pembedayaan perempuan.
Kepedulian Camat Puri Nalurita memprioritaskan aspirasi dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, perempuan, anak dan kaum disabilitas bukan tanpa alasan. Menurutnya, ketiga kalangan ini patut diperhatikan sebab menjadi fondasi pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Sejalan dengan prioritas nasional, Indonesia Emas 2045, maka pihaknya juga getol menggulirkan program pengentasan stunting. Salah satunya, lewat Sing Penting Mesra yang memiliki kepanjangan ’’Selalu Ingat Parenting Percepatan Penurunan Stunting Masyarakat Sejahtera’’.
Program ini berangkat dari salah satu pemicu stunting dari pola pengasuhan orang tua pada anak. Sehingga, program yang menyasar orang tua dan remaja sebagai calon orang tua ini secara bertahap menyentuh seluruh 16 desa di Kecamatan Puri.
’’Kita lakukan sosialisasi dan pembinaan pada orang tua dan remaja perempuan khususnya, untuk bisa menyalurkan afeksinya dengan baik. Sebab, pengentasan stunting tidak melulu dari segi kesehatan saja, namun juga dari segi sosialnya,’’ beber Nalurita.
Dalam percepatan penurunan stunting ini, Bunda PAUD Kecamatan Puri ini berkomitmen melanjutkan program Bupati Ikfina Fahmawati. Pihaknya juga menggandeng KUA untuk menyosialisasikan dan membina calon mempelai.
Alhasil, jumlah balita pendek dan sangat pendek se-Kecamatan puri dari tahun 2021 mengalami penurunan, dari 2,1 persen menjadi 0,78 persen di tahun 2022.
’’Sehingga, peran pra-musrenbang bermartabat, musrenbang desa dan kecamatan, sangat penting dalam hal ini. Demi menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya, perlu ada keaktifan membangun dan merubah pola pikir masyarakat dari bawah,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah