Era digitalisasi membuat masyarakat membutuhkan pelayanan yang serba cepat. Birokrasi lambat dan berbelit-belit sudah tidak relevan lagi dengan masa kini.
Apalagi drama pelayanan yang ’’sengaja mempersulit warga’’ dalam mengurus dokumen administrasi sudah bukan zamannya.
Atas dasar inilah Camat Akhmad Samsul Bakri menghadirkan Layanan Sistem Aplikasi Pelayanan Bersinergi Dlanggu (Sayangi Dlanggu).
Aplikasi ini bertujuan memudahkan masyarakat desa dalam kepengurusan pelayanan kemasyarakatan dengan cukup datang ke kantor desa tanpa harus datang ke kantor kecamatan.
Seluruh kepala, sekretaris, dan kasi pelayanan desa di Kecamatan Dlanggu juga telah mendapatkan bimtek saat diluncurkannya aplikasi tersebut pada 23 Februari 2023.
’’Sudah ada tanda tangan elektronik yang sekarang sudah bisa digunakan selama 24 jam. Jadi administrasi yang dibutuhkan warga bisa langsung jadi, tanpa harus menunggu,’’ katanya.
Layanan Sayangi Dlanggu ini sejalan dengan tagline yang digaungkan Kecamatan Dlanggu dalam berkomitmen membudayakan integritas di seluruh lini.
Gebrakan tersebut termasuk dalam program pembangunan, yang mana memang setiap wilayah harus memiliki inovasi yang bisa memudahkan serta menyejahterakan masyarakat.
’’Dengan demikian, tidak ada lagi cerita warga kami mengurus administrasi berjam-jam apalagi berhari-hari. Kini dalam hitungan menit, warga sudah bisa mendapatkan pelayanan yang cepat dengan layanan Sayangi Dlanggu,” tuturnya.
Samsul Bakri menyatakan, Kecamatan Dlanggu juga terlebih dahulu mengeluarkan inovasi unggulan Super Deel (Sistem Ujian Perangkat Desa Berbasis Digital).
Inovasi ini menjadi pelopor pertama ujian perangkat desa yang dilakukan secara online di Kabupaten Mojokerto.
’’Inovasi ini semacam tes ini berbasis CAT (Computer Assisted Test) yang diluncurkan untuk seleksi perangkat desa. Selain untuk menjaga integritas ujian, juga bisa meminimalisir kecurigaan masyarakat terhadap kecurangan pelaksanaan ujian,’’ ujarnya.
Inovasi Super Deel menjadi inspirasi penerapan budaya integritas, jujur dan adil di Kecamatan Dlanggu.
Ditambahkannya, peluncuran inovasi Super Deel cukup efektif untuk mencegah tudingan miring dari masyarakat yang kurang puas terhadap hasil dari ujian perangkat yang umumnya terjadi di wilayah desa.
’’Peserta ujian yang menerapkan aplikasi ini tidak bisa saling contek, karena setelah jawaban di-submit oleh peserta, langsung muncul nilai dan sistem yang mengkoreksi lalu perangkingan otomatis,’’ beber dia.
Hingga kini, Super Deel juga terus mengalami pembaruan soal yang dikeluarkan untuk seleksi perangkat desa. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah