Melalui forum ini Bupati Ikfina Fahmawati ingin mendengar aspirasi secara langsung untuk menjadi bahan mengambil kebijakan pembangunan ke depan.
Ikfina mengatakan, dalam menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas maka perlu dilakukan berbagai pendekatan.
Pendekatan pembangunan yang berorientasi pada proses itu meliputi, pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, dan proses top down atau bottom up.
’’Forum yang kita laksanakan sekarang ini bagian dari pendekatan partisipatif. Musrenbang Tematik ini merupakan inovasi Pemkab Mojokerto. Pada forum ini saya ingin mendengar aspirasi secara langsung untuk menjadi bahan mengambil kebijakan pembangunan untuk menuju Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur,’’ ungkapnya.
Melalui forum ini pihaknya akan konsen atas saran dan masukan perwakilan organisasi perempuan dan perwakilan anak-anakku yang terwakili di Forum Anak Majapahit.
Termasuk, perwakilan forum anak tingkat kecamatan dan forum anak tingkat desa/kelurahan se-Kabupaten Mojokerto.
Menurutnya, peningkatan hasil pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat ditentukan oleh kualitas APBD dan pengelolaannya. Kualitas anggaran ditentukan oleh kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Sedangkan kualitas perencanaan ditentukan oleh sejauhmana dokumen perencanaan tersebut dapat memecahkan permasalahan dan menjawab isu strategis pembangunan.
Sebagaimana visi misi, kedepan yang akan tertuang dalam RPJMD, yaitu visi Terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Maju, Adil dan Makmur melalui Penguatan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Sedangkan pada misi pertama, yakni Mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil dan produktif yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Indikator kinerja utama pada misi satu tak lain indeks pembangunan manusia (IPM).
’’IPM kita, tahun 2023 sebesar 76,23, angka ini meningkat dari sebelumnya 75,61. Bahkan, lebih tinggi dibanding IPM Provinsi Jawa Timur sebesar 74,65, dan nasional sebesar 74,39,’’ paparnya.
Ikfina menegaskan, sesuai amanat Permendagri Nomor 86 tahun 2017, Pemkab Mojokerto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menyusun Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025.
’’Musrenbang desa dan musrenbang tingkat kecamatan sudah kita laksanakan, sedangkan musrenbang tingkat kabupaten nanti kita laksanakan pada 4 Maret 2024,’’ tuturnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, menambahkan, musrenbang tematik perempuan dan anak kali ini tak lain untuk menggali permasalahan dan kebutuhan perempuan dan anak.
Termasuk, membuka ruang partisipasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang pro perempuan dan ramah anak di tahun 2025.
’’Jadi besar harapan kami, melalui musrenbang tematik perempuan dan anak ini diperoleh sinergitas yang lebih baik antarapemerintah dengan masyararakat. Khususnya usulan perwakilan dari organisasi perempuan dan perwakilan forum anak,’’ ungkapnya.
Sebagai narasumber, ada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim Tri Wahyu Liswati, dan Konsultan SDM Anggota POLRI Direktur/Motivator Thank Institute Indonesia KETUT Abid Halimi.
Sementara peserta sebanyak 119 orang, terdiri perwakilan organisasi perempuan di lingkup wilayah sejumlah 29 orang; Forum Anak Majapahit 12 orang dan 18 orang perwakilan dari forum anak tingkat kecamatan dan 18 orang perwakilan dari forum anak desa/kelurahan se-Kabupaten Mojokerto, serta kepala perangkat daerah 42 orang. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah